Jakarta > Hukum

Tanpa Alasan, Laporan Terhadap Petinggi Allianz Dicabut di Polda Metro

Selasa, 07 November 2017 19:02 WIB
Editor : Muhamad Ibrahim | Reporter : Chandra Purnama

Ilustrasi. (Ist)
Ilustrasi. (Ist)
Foto : istimewa

Share this








Laporan Terhadap Petinggi Allianz dicabut di Polda Metro Jaya oleh pelapor bernama Irfanius Al Gadri dan Indah Goena Nanda

JAKARTA - Pelapor dalam kasus dugaan tindak pidana dibidang perlindungan konsumen dengan dua tersangka petinggi PT Allianz Life Indonesia, Joachim Wessling dan dr. Yuliana Firmansyah mencabut laporan polisinya di Polda Metro Jaya pada Senin (6/11) kemarin.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, kedua pelapor atas nama Irfanius Al Gadri dan Indah Goena Nanda telah menarik laporannya meskipun nama-nama terlapor sudah ditetapkan sebagai tersangka.

"Jadi dari korban kemarin mengajukan pencabutan laporan," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Selasa (7/11/2017).

Argo menjelaskan, dalam pencabutan laporan tersebut, kedua pelapor tidak menyertakan alasan laporan tersebut ditarik. Padahal setelah melakukan penyelidikan, dua petinggi PT. Allianz Life Indonesia telah disangkakan menyalahi undang-undang tentang perlindungan konsumen.

"Jadi, kami masih melihat alasan korban seperti apa, yang bersangkutan dengan Allianz yang akan menilai sendiri," ungkap Argo.

Lebih jauh Argo mengungkapkan, terkait status tersangka yang sudah melekat kepada dua orang tersebut, pihak kepolisian akan menggelar rapat menyeluruh untuk menentukan kelanjutan kasus.

"Kami analisa dan evaluasi lebih lanjut," pungkas Argo.

Dalam kasus ini, kedua tersangka yakni Joachim Wessling dan dr. Yuliana Firmansyah diduga mempersulit nasabah yang ingin mengklaim asuransinya. Mereka menyertakan persyaratan yang tidak mungkin bisa dipenuhi nasabah saat akan mengklaim asuransinya.

Persyaratan yang diminta perusahaan asuransi, yakni rekam medis lengkap dari rumah sakit. Padahal, biasanya untuk mengklaim asuransi hanya dibutuhkan resume medis dari rumah sakit tempat nasabah dirawat.

Adapun korban yang telah melaporkan hal itu ke polisi adalah Irfanius Al Gadri dan Indah Goena Nanda. Adapun laporan yang dibuat keduanya tertera dalam laporan polisi bernomor LP/1645/IV/2017/PMJ dan LP/1932/IV/2017/PMJ.

Polisi menjerat kedua tersangka dengan Pasal 8 ayat 1 huruf (F), Pasal 10 huruf (C), dan Pasal 18 juncto Pasal 62 ayat 1 juncto Pasal 63 huruf (F) UU RI Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.