Jakarta > Hukum

Sidang Ahok

Sidang Ahok Diprediksi Berakhir Mei 2017

Rabu, 11 Januari 2017 09:44 WIB
Editor : Andi MZ | Reporter : Chandra Purnama

Sidang Ahok
Sidang Ahok

Share this





Berdasarkan hasil diskusi Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan dan majelis hakim, diketahui sidang Ahok diprediksi berakhir Mei 2017.

PASAR MINGGU – Sidang kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) diperkirakan akan berlangsung panjang. Malahan, pihak kepolisian memprediksi persidangan itu akan berakhir Mei 2017.

Hal itu diungkapkan Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan di Auditorium Kementrian Pertanian (Kementan), Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (10/1/2017). "Setelah berdiskusi dengan majelis hakim, sidang ini diperkirakan baru selesai April atau Mei (2017)," katanya.

Iriawan mengatakan saksi yang dihadirkan kedua belah pihak cukup banyak sehingga persidangan membutuhkan waktu panjang.  “Ada 46 saksi. Seminggu 4 saksi saja yang dimintai keterangan maka, hampir 8 minggu waktu yang dibutuhkan," beber Iriawan.

Meski membutuhkan waktu panjang, Iriawan menegaskan pihaknya akan mengamankan persidangan yang dijadwalkan setiap Selasa ini. "Tiap Selasa kami amankan sidang dengan maksimal dibantu dari TNI dan Pemerintah Daerah Jakarta," pungkas dia.

Sebagaimana diketahui, Selasa (10/1/2017) sidang Ahok memasuki episode kelima. Sidang dijadwalkan memeriksa lima saksi dari pihak jaksa penuntut umum, tapi hanya empat diantaranya yang dipastikan hadir di pengadilan.

Keempat saksi yang hadir yakni Sekretaris Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah Pedri Kasman, Willyuddin Abdul Rasyid Dhani,  Muhammad Burhanudin, dan Irene Handono. Sedangkan saksi Ibnu Baskoro tidak hadir karena sakit. Seluruh saksi di sidang kelima ini merupakan pelapor kasus Ahok.

 

 

Jakarta > Hukum

Satu Anggota Hakim di Persidangan Ahok Tutup Usia

Kamis, 16 Februari 2017 12:30 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Wahyu Muntinanto

Hakim Joseph V Rahantoknam (paling kiri)
Hakim Joseph V Rahantoknam (paling kiri)

Share this





Salah satu hakim anggota sidang Ahok, bernama Joseph V Rahantoknam setelah menjalani perawatan instesif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

JAKARTA - Satu dari lima majelis hakim yang menyidang terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meninggal dunia. Hakim itu bernama Joseph V Rahantoknam. Josep meninggal setelah menjalani perawatan instesif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

"Sudah dua kali persidangan Ahok, tidak hadir digantikan oleh hakim Didi Uliyadi. Dalam sidang perdana, almarhum masih hadir," kata kepala humas PN Jakut, Hasoloan Sianturi di Jakarta, saat dihubungi wartawan, Kamis (16/2/2017).

Namun, sakit yang dideritanya tak kunjung membaik. Hingga Tuhan berkehendak lain. Joseph menghembuskan napas terakhirnya di RSCM, Rabu (15/2) malam.

Hasoloan mengaku belum mengetahui penyakit misterius yang diderita Joseph, dirinya juga belum mengetahui almarhum Joseph akan dimakamkan dimana.

"Benar. Bapak Josep V Rahantoknam meninggal dunia pada Rabu (15/2) pukul 19.30 WIB di RSCM. Almarhum adalah salah satu anggota majelis terdakwa Basuki Tjahaja Purnama," ucapnya.

Jakarta > Hukum

Suasana Sidang Ahok ke-9 Tak Lagi Ramai

Selasa, 07 Februari 2017 09:47 WIB
Editor : Hanafie | Sumber : DBS

Pengamanan sidang Ahok ke-9
Pengamanan sidang Ahok ke-9

Share this





Kondisi di dalam dan di luar sidang Ahok ke-9 ini, berjalan normal. Tidak ada keramaian yang berarti.

PASARMINGGU - Sidang ke-9 dugaan penodaan agama atas terdakwa Basuki Tjahaja Purnama, KEMBALI digelar Selasa (7/2) di  Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan. Sidang yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB, petugas keamanan sudah berjaga di sekitar lokasi sidang sejak pukul 06.00 WIB.

Pagar kawat berduri membentang bahkan sudah terpasang sejak matahari belum terbit. Terdapat beberapa water canon dan mobil Barracuda untuk berjaga-jaga. Hingga pukul 07.00 WIB tadi, belum tampak keramaian massa di sekitar lokasi. Baru satu mobil rombongan saja yang datang. Mereka adalah massa anti Ahok,  datang mengawal sidang dengan bendera-bendera di tangan.

Meski demikian, arus lalu lintas di depan Gedung Kementerian Pertanian Jakarta tepatnya di Jalan RM Harsono yang mengarah ke Ragunan sudah ditutup pihak kepolisian, baik untuk jalur umum maupun jalur Bus Transjakarta.

Saksi Sidang

Saksi dalam sidang lanjutan mengadili terdakwa kasus dugaan penodaan agama, Basuki Tjahaja Purnama, diinformasikan bertambah menjadi empat orang setelah sebelumnya disebut tiga orang. Hal itu diungkapkan Humas Pengadilan Negeri Jakarta Utara Hasoloan Sianturi di auditorium Kementerian Pertanian, Selasa (7/2/2017) pagi.

“Diinformasikan ke saya tambah satu (saksi) ahli atas nama Prof Nuh. Beliau ahli laboratorium kriminalistik,” kata Hasoloan.

Hasoloan menyebutkan, informasi itu diperoleh dari jaksa penuntut umum (JPU) yang baru dikabarkan pagi ini. Ketika ditanya apakah pihak kuasa hukum telah mengetahui perihal tambahan saksi ahli, Hasoloan mengaku belum menerima informasi lebih lanjut.

Sebelum Hasoloan ditanyai awak media, tim kuasa hukum Basuki melalui Humphrey Djemat menuturkan saksi untuk sidang mengadili kliennya hari ini berjumlah tiga orang.

Mereka adalah dua saksi fakta yang berprofesi sebagai nelayan di Kepulauan Seribu dan satu ahli dari MUI (Majelis Ulama Indonesia). Dua nelayan yang akan dihadirkan penuntut umum bernama Jaenudin alias Panel dan Sahbudin alias Deni.

Mereka adalah nelayan yang menyaksikan pidato Basuki yang mengutip surat Al-Maidah ayat 51 pada 27 September 2016 lalu. Selain itu, ahli dari MUI yaitu Hamdan Rasyid yang menjabat anggota Komisi Fatwa MUI.

Jakarta > Hukum

Sikap Ahok ke Ketua MUI Dianggap Wajar

Rabu, 01 Februari 2017 14:54 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Adresau Sipayung

 Kuasa Hukum Ahok, Sirra Prayuna (kanan) saat memberikan keterangan pers di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Selatan.
Kuasa Hukum Ahok, Sirra Prayuna (kanan) saat memberikan keterangan pers di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Selatan.

Share this





Kuasa Hukum Ahok, Sirra Prayuna berpendapat tanggapan ahok tersebut tidak salah dan sesuai format sidang pidana.

JAKARTA – Anggota tim kuasa hukum terdakwa kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Sirra Prayuna  mengatakan, perkataan kliennya dalam sidang ke 8 kemarin dnilai wajar karena Ahok mempersoalkan objektifitas kesaksian dari Ketum MUI Ma’ruf Amin. Sabab, pasa saat itu Ma’ruf mengaku bertemu dirinya dengan calon nomor urut satu, Agus – Sylvi, di PBNU, 7 Oktober 2016.

Sirra berpendapat tanggapan ahok tersebut tidak salah dan sesuai format sidang pidana. "Pertemuan itu kan diakui sendiri oleh bapak Ma'ruf di persidangan. Wajarlah, pak Ahok kasih tanggapan kayak itu. Apalagi kalau didengar dari pengakuannya, terdengar seakan pak Ma'ruf dukung Agus,"  katanya di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Selatan, Rabu (1/2/2017).

Sirra menyebut Ma'aruf Amin sebagai nonpartisan tidak seharusnya melakukan pertemuan tersebut. Hal itu membuat dirinya dianggap tidak netral saat memberikan kesaksian.

"Pak Ma'ruf mengatakan pertemuan itu semata-mata hanya menyenangkan si calon urut 1. Ya wajar, kalau pak Ahok keberatan dengan keterangan beliau," tuturnya.

Jakarta > Hukum

Sidang Ahok Ke-8

Sidang Lanjutan Ahok, Hakim Anggota Diganti

Selasa, 31 Januari 2017 11:02 WIB
Editor : Andi MZ | Reporter : Chandra Purnama

Ahok
Ahok

Share this





Sidang kasus penistaan agama dengan terdakwa Ahok digelar. Satu hakim anggota diganti dengan alasan kesehatan.

PASAR MINGGU – Joseph V Rahantoknam, hakim anggota kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) diganti. Joseph tak bisa hadir di sidang ke-8 yang digelar pada Selasa (31/1/2017) itu karena sedang menjalani perawatan kesehatan di rumah sakit.

Sebelum menggelar sidang, ketua majelis hakim, Dwiarso Budi Santiarto, menanyakan kepada jaksa dan pengacara, apakah ada keberatan atas pergantian tersebut? "Kami tidak keberatan yang mulia," ucap kedua belah pihak, baik Jaksa Penuntut Umum (JPU) maupun penasehat hukum terdakwa.

Karena tak ada keberatan, majelis hakim melanjutkan persidangan. Sidang hari ini mendengar keterangan beberapa saksi dari jaksa. Satu di antaranya adalah Ketua Umum MUI Ma’ruf Amin. Jaksa mendakwa Ahok Pasal 156 a KUHP tentang penistaan agama dengan ancaman penjara paling lama lima tahun.

 

 

Jakarta > Hukum

Sidang Ahok Ke-8

‘Ahmad Dhani’ Hadiri Sidang Ahok

Selasa, 31 Januari 2017 11:01 WIB
Editor : Hanafie | Sumber : DBS

Bukan Dhani
Bukan Dhani

Share this





Pria mirip Ahmad Dhani, Yoram, datang ke Kementan untuk menyaksikan sidang kasus dugaan penodaan agama.

JAKARTA – Ada yang menarik dalam sidang Ahok yang ke-8 ini. Pria yang memiliki wajah mirip dengan musisi Ahmad Dhani terlihat di Kementerian Pertanian pada Selasa (31/1/2017).

Yoram, begitu namanya, sengaja datang ke lokasi untuk menyaksikan secara langsung lanjutan sidang kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Gubernur non-aktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. “Saya mau lihat langsung karena kalau hanya lihat dari video atau baca di media, bisa saja dipelesetin nih,” ujar Yoram di Kementerian Pertanian, Ragunan, Selasa.

Yoram yang memiliki nama panggung ‘Bukan Dhani’ ini hadir bersama relawan pendukung Basuki-Djarot. Yoram mengatakan, dia ingin melihat sidang secara langsung agar bisa meyakinkan warga sekitar.

Terkait kemiripannya dengan Ahmad Dhani, kata Yoram, banyak orang yang mengatakan hal itu. Saking banyaknya, dia memilih nama panggung “Bukan Dhani” dalam pekerjaannya yang juga musisi. Ia juga ingin menyampaikan kepada masyarakat untuk tidak takut memilih Ahok pada Pilkada DKI 2017.

Dia yakin Ahok akan menuntaskan janjinya jika terpilih sebagai gubernur. Terkait kasus yang sedang dihadapi Ahok, Yoram yakin Ahok tidak bersalah. “Apalagi kemarin dia kan ke Kepulauan Seribu dan diterima. Justru ramai banget dari dermaga saja sudah ditungguin warga,” ujar Yoram.

Beberapa waktu lalu, Yoram juga sempat menyambangi Rumah Lembang. Kehadiran Yoram di Rumah Lembang sempat membuat heboh warga.  “Banyak yang bilang saya mirip Ahmad Dani. Tadi di Taman Situ Lembang banyak yang minta foto bareng saya,” kata Yoram di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat.

Bukan hanya warga, panitia Rumah Lembang juga dibuat kaget oleh kehadiran dirinya yang sudah datang sejak pukul 03.30 WIB. Selain itu, penampilan Yoram juga menarik perhatian Ahok. Di sela-sela foto bersama warga di atas panggung, Ahok tiba-tiba turun dan menghampiri Yoram. 

Jakarta > Hukum

Sidang Ahok Ke-8

Ketua MUI: Ahok Menghina Alquran

Selasa, 31 Januari 2017 10:50 WIB
Editor : Andi MZ | Reporter : Chandra Purnama

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin

Share this





Ketua MUI Ma’ruf Amin dalam kesaksiannya di kasus penistaan agama menyebut ucapan Ahok soal Al Maidah 51 menghina Alquran.

JAKARTA – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin jadi saksi sidang kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama. Dalam sidang yang digelar Selasa (31/1/2017) itu, Ma’ruf menyebut ucapan Ahok yang menyebut surat Al Maidah ayat 51 sebagai penghinaan Alquran.

Ia menegaskan pendapat itu disimpulkan setelah MUI melakukan penelitian, investigasi hingga akhirnya menyimpulkan bahwa ucapan Ahok mengandung penghinaan terhadap Alquran dan ulama. “(Ada) permintaan dari masyarakat baik lisan maupun tertulis supaya masalah ini ada pegangannya,” tuturnya di depan majelis hakim.

Ia menambahkan, dari desakan itu, MUI kemudian melakukan rapat internal. Rapat itu  diikuti komisi fatwa, pengkajian, hukum dan perundang-undangan serta bidang komunikasi informasi. Dari hasil rapat tersebut, MUI menyatakan pernyataan Ahok menghina Alquran. Kini Ahok duduk di kursi terdakwa kasus penistaan agama. 

Jakarta > Hukum

Sidang Ahok Ke-8

Pengacara Ahok Minta Hakim Panggil Paksa Ibnu Baskoro

Selasa, 31 Januari 2017 10:29 WIB
Editor : Andi MZ | Reporter : Chandra Purnama

Ahok
Ahok

Share this





Pengacara Ahok, Trimoelya D. Soerjadi meminta hakim panggil paksa saksi Ibnu Baskoro

PASAR MINGGU – Pengacara Ahok, Trimoelya D. Soerjadi meminta hakim memanggil paksa Ibnu Baskoro sebagai saksi. Ibnu merupakan saksi kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Sebelumnya, Ibnu mangkir dari pemanggilan hakim.

Trimoelja menceritakan Ibnu adalah salah satu pelapor dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok di Kepulauan Seribu. Meski demikian, ia belu pernah hadir walau sudah 3 kali dipanggil. "Kami minta dia (Ibnu), dihadirkan secara paksa," katanya, Selasa (31/1/2017).

Ia menambahkan, Ibnu harus mempertanggung jawabkan laporannya dengan memberikan kesaksian di muka hakim. "Mereka kan lapor, mereka harus bertanggungjawab (atas) pelaporannya. Justru kalau tidak hadir jadi pikir ada misteri apa? itu yang ingin kami gali," tandasnya.

Sebagai informasi, sidang hari ini, Selasa (31/1/2017), JPU dijadwalkan menghadirkan 5 saksi. Kelima orang itu adalah Ibnu Baskoro, saksi pelapor, dan dua saksi fakta yang merupakan nelayan di Kepulauan Seribu bernama Zainudin Alias Panel, dan Saifudin alias Deny.

Selain itu, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma'ruf Amin dan seorang mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta, Dahliah Umar juga dijadwalkan akan dihadirkan JPU. Meski begitu, belum semua mengkonfirmasi kehadirannya.

 

Jakarta > Hukum

Sidang Ahok Ke-8

Mantan Ketua KPU DKI Jadi Saksi Sidang Ahok

Selasa, 31 Januari 2017 09:25 WIB
Editor : Andi MZ | Reporter : Andi MZ

Ahok
Ahok

Share this





Mantan Ketua KPU DKI Dahlia Umar menjadi saksi sidang Ahok dalam kasus penistaan agama.

PASAR MINGGU – Mantan Ketua KPU RI, Dahlia Umar, dijadwalkan akan jadi saksi dalam sidang Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di sidang penistaan agama. Dahlia diajukan sebagai saksi oleh jaksa penuntut umum.  

Menanggapi hal itu, pengacara Ahok, Sirra Prayuna, mengatakan kehadiran mantan komisioner KPU DKI sebagai saksi merupakan hal tidak wajar. Ia mensinyalir ada main anatara JPU dan komisioner KPU DKI.

Sirra menduga, mantan komisioner KPU DKI sebagai saksi untuk mencari celah adanya pelanggaran kampanye saat Ahok mendatangi Kepulauan Seribu. "Mungkin dia mau menggali soal pelanggaran kampanye Ahok di Pulau Seribu," tegasnya di Auditorium Kementrian Pertanian (Kementan), Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (31/1/2017).

Sebelumnya diketahui, JPU dijadwalkan menghadirkan lima saksi. Yakni, saksi pelapor, Ibnu Baskoro, dua saksi fakta yang merupakan nelayan di Kepulauan Seribu, yakni Zainudin Alias Panel, dan Saifudin alias Deny.

Kemudian, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma'ruf Amin dan Dahliah Umar. Meski begitu, belum semua saksi mengkonfirmasi kehadirannya.

 

Jakarta > Hukum

Sidang Ahok Ke-8

Sidang Ahok, Arus Lalin Ke Kementan Ditutup

Selasa, 31 Januari 2017 08:55 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Sumber : DBS

Arus Lalin Kementan
Arus Lalin Kementan

Share this





Ada pengalihan arus lalu lintas dari arah Warung Buncit menuju Ragunan.

JAKARTA – Pagi ini, Gubernur non aktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menjalani sidang lanjutan kasus dugaan penodaan agama. Sidang ke-8 di Auditorium Kementerian Pertanian (Kementan) ini, ada pengalihan arus lalu lintas dari arah Warung Buncit menuju Ragunan sudah ditutup untuk kendaraan yang akan menuju ke arah Gedung Kementan.

Sekitar pukul 06.55 WIB, di simpang perempatan Terlihat banyak polisi yang berjaga untuk mengamankan arus lalu lintas di persimpangan tersebut dan mengarahkan pengendara untuk beralih rute. Sementara itu, volume kendaraan mulai terpantau meningkat namun arus lalu lintas lancar.

Begitu pun sebaliknya, dari arah Cilandak menuju Warung Buncit saat ini juga terlihat ramai lancar. Jalan RM Harsono yang merupakan lokasi Gedung Kementan sudah ditutup untuk 2 jalur oleh polisi. TransJakarta juga tidak beroperasi melewati jalur tersebut.

Meski sidang dimulai pukul 09.00 WIB, Calon Gubernur nomor urut nomor 2 sudah hadir di ruang tunggu persidangan. Jadwal persidangan kali ini adalah mendengarkan keterangan dari 4 saksi. Dua saksi yakni Ketua MUI Ma'ruf Amin dan Komisioner KPU DKI Jakarta Dahliah Umar. Sementara 2 saksi lainnya yaitu Zainuddin dan Sahfudin merupakan nelayan dari Kepulauan Seribu.

Jakarta > Hukum

Sidang Ahok Ke-7

Ahok Jadi Pendiam

Selasa, 24 Januari 2017 09:26 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Sumber : Detik.com

Sidang Ahok
Sidang Ahok

Share this





Dalam persidangan ke-7 kasus dugaan penistaan Agama yang menjerat Ahok membuat Cagub nomor urut 2 tutup mulut.

JAKARTA – Hari ini, Selasa (24/1/2017) kembali digelar persidangan ke-7 kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa perkara Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Gubernur DKI Jakarta non aktif ini tiba di Auditorium Kementerian Pertanian sekitar pukul 08.34 WIB.

Namun Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 2 ini enggan memberikan keterangan apapun kepada wartawan dan langsung menuju ke ruang tunggu persidangan. Sidang Ahok rencananya akan digelar pada pukul 09.00 WIB.

Dalam sidang kali ini rencananya akan dihadirkan lima saksi yang dimintai keterangan.  Dua di antara mereka adalah saksi fakta yang hadir saat peristiwa berlangsung yaitu Lurah Panggang Yuli Hardi dan pegawai Dinas Komunikasi, Informasi dan Kehumasan Pemprov DKI, Nurkholis Majid. Sedangkan, Tiga orang saksi pelapor tersebut yakni Ibnu Baskoro, Muhammad Asroi Saputra dan Iman Sudirman.

Berdasarkan sumber dari detik.com, tim kuasa hukum Ahok juga sejumlah saksi yang dihadirkan hari ini juga telah datang. Untuk akses masuk ruangan persidangan diberlakukan melewati pintu metal detector. Untuk pengunjung yang ingin mengikuti persidangan diwajibkan untuk menitipkan Handphone (HP) dan minumannya. Sebelum masuk ruang sidang mereka juga akan kembali dicek dengan alat metal detector.

Seperti diketahui, Ahok didakwa melakukan penodaan agama karena menyebut dan mengaitkan Surat Al Maidah 51 saat memberikan sambutan di Kepulauan Seribu dalam rangkaian Kunjungan Kerja sebagai Gubernur DKI Jakarta. Penyebutan Surat Al Maidah 51 ini disampaikan Ahok saat bertemu dengan warga di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, pada 27 September 2016. Ahok didakwa dengan Pasal 156 a huruf a dan/atau Pasal 156 KUHP.