Senin, 30 April 2018 11:25:00
Editor : Wahyu AH | Reporter : Yatti Febriningsih
Sandiaga Tegaskan Area CFD Terlarang untuk Kegiatan Politik
Foto : istimewa
 

JAKARTA - Kegiatan hari bebas kendaraan atau Car Fee Day (CFD), Minggu (29/4) kemarin menjadi perhatian. Sebab, kegaitan tersebut dikabarkan dimanfaatkan oleh beberapa oknum untuk melakukan kegitan politik dengan cara mengintimidasi.

Aksi itu menjadi viral lewat akun youtube Jakartanicus. Dalam video unggahannya terlihat tindakan intimidatif dari sekelompok orang yang mengenakan atribut #2019GantiPresiden kepada beberapa orang yang mengenakan kaos #DiaSibukKerja dengan melambai-lambaikan sejumlah uang. Namun, pria itu menjawab dia tidak dibayar.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menanggapi, “Beberapa infornasi simpang siur dan kita mau verifikasi dulu. Harus di data juga oleh smart city, betuk video utu atau editan. Itu yang harus kita lihat.”

“Ada beberapa video. Itu lagi saya kirim ke tim smart city untuk tentuin bahwa mereka itu legitimate. Tapi, tetap aja kan CFD itu harus jadi tempat kebersamaan, tempat persatuan, bukan tempat memecah belah,” tegas Sandiaga di Balaikota, Jakarta, Senin (30/4/2018). 

Untuk diketahui, larangan melakukan kegiatan politik di area CFD tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 12 Tahun 2016 tentang Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB).

Dalam Pasal 7 Ayat 2 menyebut tidak boleh ada kegiatan politik di area car free day. Pergub ini sendiri ditandatangani langsung oleh mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) 

Soal Pergub tersebut, Sandiaga menegaskan masih berlaku hingga masa kepemimpinannya bersama Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. “Masih dong (berlaku). Pergubnya kan sudah ditandatangan Pak Basuki. Saya aja waktu pilkada kita enggak pernah bikin kegiatan di sana,” pungkasnya. 

 

Baca Juga

Berikan Komentar Anda