Jakarta > Hukum

Sandiaga Ancam Pihak yang Berpolitik di CFD dan Monas

Senin, 07 Mei 2018 14:44 WIB
Editor : Ichwan Hasanudin | Reporter : Yatti Febriningsih

Sandiaga Uno
Sandiaga Uno
Foto : Yatti Febriningsih

Share this








Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengancam akan memberikan denda hingga blacklist bagi pihak yang menggunakan area CFD dan Monas untuk berpolitik.

JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta melarang keras adanya kegiatan politik di hari bebas kendaraan atau car free day (CFD) di Jakarta. Wakil Gibernur DKI Jakarta sampai memberikan ancaman akan menerapkan denda hingga blacklist bagi pihak yang berpilitik di area CFD.

Hal itu dikatakannya menyikapi adanya pihak yang yang mengenakan kaos putih bertuliskan #DILAN_jutkan2019. Atas laporan tersebut, Sandi berencana akan memanggil pihak penyelenggara di Monumen Nasional (Monas). Pemanggilan itu sebagai bentuk peringatan agar tidak ada ruang publik yang dipakai aktivitas politik.

Dasar dari larangan tersebut tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 12 Tahun 2016 tentang Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) yang menyatakan area car free day harus bebas kegiatan politik.

“Tidak boleh, tidak boleh (berpolitik). Nanti akan kita panggil pengelolanya,” ujar Sandiaga di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (7/5/2018).

Menurut Sandi, ajang CFD tidak boleh digunakan politik bahkan hingga bisa menyebabkan Jakarta menjadi tidak kondusif. Di mana pada 2019 mendatang akan terselenggara pemilihan Presiden RI.

“Pokoknya kita akan garuk juga. Enggak boleh itu kayak begitu. Kita nanti akan membiarkan eskalasi dan intensitas ini dimanfaatkan untuk yang ingin memecah belah kita. Saya tidak mau Jakarta ini nggak kondusif,” tutur Sandi.

Sebagai tindak lanjut, Sandiaga menegaskan akan ada resiko berat yang harus diterima pihak relawan #DILAN_jutkan2019 seperti pengelola sembako gratis Forum Untukmu Indonesia (FUI) baru-baru ini.

“Ada denda, ada peringatan, ada blacklist dan kita sekarang punya kerja sama yang baik dengan Kepolisian membantu kita untuk memastikan steril,” ujarnya.

Meskipun Monas tidak boleh dipakai bagi sembako gratis dan aktivitas politik, Sandiaga menuturkan, Monas tetap bisa dipakai kegiatan publik namun kegiatannya yang penuh kebersamaan dan tidak memecah belah bangsa.

“Jangan juga dipakai buat sembako murah lagi. Jangan juga dipakai untuk senam tanpa ijin pakai atribut-atribut tertentu. Tolong ini mau masuk saya sebutnya tahun 2018-2019 adalah tahun ekonomi pembangunan, tahun pembuka lapangan kerja dan tahun budaya. Jangan kita kotori,” pungkasnya.