Jakarta > Hukum

Saksi Tak Sanggup Tunjukkan Pelaku, Proses Hukum Warga Norwegia Cacat

Jumat, 16 Februari 2018 16:35 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Adi Wijaya

Persidangan WNA asal Norwegia
Persidangan WNA asal Norwegia
Foto : Adi Wijaya

Share this








Saksi dalam proses hukum WNA Norwegia cacat tidak dapat menunjukkan pelaku. Proses hukum WNA Norwegia jadi janggal.

HAYAM WURUK - Proses hukum Warga Negara Asing (WNA) Norwegia, Morten Innaugh dan istri keduanya Morten Gabrila dianggap cacat. Sebab, saksi tak dapat menunjukkan siapa pelaku pemalsuan tandatangan surat peralihan saham, seperti yang dituduhkan terdakwa.

Tim pengacara terdakwa, Andi mengatakan, proses hukum yang menimpa kedua kliennya dalam kasus dugaan pemalsuan tanda tangan dokumen peralihan saham, perusahaan kapal PT Bahari Lines Indonesia dinilai ada kejanggalan. Saksi bungkam saat diminta menunjukkan pelaku sebenarnya dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

"Klien kami dituduh memalsukan surat-surat. Anehnya saat di persidangan, kami meminta kepada para saksi agar menunjukan siapa pelakunya," kata Andi, didampingi Diswan selaku tim kuasa hukum dari Morten di Jakarta, Jumat (16/2/2018).Permasalahan hukum yang menimpa Gabrila bermula saat pengalihan saham, pada 2012 lalu. Pelapor, yang juga mantan istri Morter, Yanti Sudarno sudah mengalihkan saham kepada kliennya itu. Bahkan, diperkuat adanya bukti hukum bertandatangan materai.

"Kita bicara fakta. Ada bukti yang kuat dimata hukum," jelasnya.

Bukan hanya itu, dia pun mengungkapkan, soal penandatanganan pelimpahan posisi Komisaris Perusahaan yang dijabat oleh Gabrila merupakan atas suruhan Morten selaku istri keduanya. Gabrila disuruh menandatangani surat penempatan di posisi komisaris perusahaan.

"Jadi ibu Gabrila ini disuruh pak Morten datang ke notaris untuk menandatangani surat penempatan di posisi komisaris perusahaan. Namanya sebagai istri yang baik dan patuh terhadap suami, ibu Gabrila datang ke notaris langsung menandatangani surat itu. Ibu Gabrila pun tidak tahu menahu soal surat pelimpahan perjanjian antara Morten dengan mantan istri pertamanya. Tapi kami ada buktinya," tutupnya.

Sekedar diketahui, Morten dilaporkan oleh Yanti Sudarno ke Polda Metro Jaya atas tuduhan pemalsuan dokumen-dokumen perusahaan. Berdasarkan laporan tersebut Polda Metro Jaya melakukan penangkapan terhadap Morten.