Jakarta > Hukum

Polisi Imbau Perusahaan Ojek Online Perketat Penerimaan Driver

Jumat, 08 September 2017 13:58 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Chandra Purnama

Ilustrasi - Ojek Online
Ilustrasi - Ojek Online
Foto : istimewa

Share this








Mekanisme penerimaan driver ojek online harus diperketat untuk meminimalisir terjadinya tindak kriminal.

JAKARTA - Kepolisian memberikan imbauan kepada seluruh perusahaan ojek online, dalam hal penerimaan driver atau pengemudi. Pasalnya, para pengemudi yang bersifat pekeja lepas dan bukan pegawai yang menjadi tanggung jawab perusahaan keberadaannya kurang mendapat pengawasan.

"Iya. Makanya mekanismenya kan beda sama Blue Bird ya. Kalau Blue Bird dan lainnya itu kan dijadikan pegawai. Pola pengawasannya, pembinaan dan rekruitmennya berbeda dengan ojek online yang membuka market yang luas. Artinya kita harus memperketat polanya," kata Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Andry Wibowo, Jumat (8/9/2017).

Selain itu, lanjut Andry, perusahaan ojek online sekarang sudah tergabung Primkopol (Primer Koperasi Anggota Kepolisian). Untuk itu, aparat wajib memberikan arahan kepada seluruh pengemudi.

"Ini sudah kami laksanakan dari kemarin, dengan ojek online yang memiliki dan tergabung dengan Primkopol itu. Salah satunya ada Grab juga yang kami lakukan," lanjut Andry.

Sebelumnya ramai diberitakan, seorang pengemudi ojek online bernama Chairullah menjadi pelaku pemerkosaan terhadap seorang siswi dibawah umur berinisil DS. Saat ini kasus tersebut tengah diusut oleh Polres Metro Jakarta Timur.