Jakarta > Hukum

PFI Tuntut Eko Prasetia dengan Pasal KUHP

Kamis, 12 Januari 2017 08:49 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Adresau Sipayung

Lucky Fransiska, Ketua PFI
Ketua PFI Lucky Fransiska melaporkan Eko Prasetia ke Mapolda Metro Jaya
Foto : Adresau Sipayung

Share this





PFI menilai peraturan KUHP lebih jelas dibandingakn UU ITE. Itu sebabnya, PFI lebih memilih menuntut Eko Prasetia dengan pasal KUHP.

JAKARTA - Pewarta Foto Indonesia (PFI) telah melaporkan Eko Prasetia ke Polda Metro Jaya kemarin. Lucky Fransiska, Ketua PFI melaporkan Eko atas tindak pidana pencemaran nama baik.

Untuk penerapan pasal, lucky mengaku pihak Pewarta Foto lebih memilih pasal yang diatur dalam KUHP. Mereka tidak ingin berpusat pada ketentuan di UU ITE (Undang-Undang Informasi dan transaksi Elektronik).

"Kami akan fokus ke pasal 310 dan 311 KUHP. Kedua pasal ini akan membuktikan kesalahan yang sudah dilakukan Eko Prasetia," ujar Lucky di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, 11/01/2017.

Menurut Lucky, alasannya sangat kuat. "Kenapa pilih KUHP? Karena kita ingin ambil bagian perang terhadap berita-berita Hoax/bohong. Kita tahu berita sejenis ini semakin kerap terjadi. Ya, ini momen pembelajaran dan kampanye penyebaran berita hoax," pungkas.

Pihak PFI menilai peraturan KUHP lebih jelas dibandingakn UU ITE. Eko Prasetia pun terancam mendekam di penjara.