Jakarta > Hukum

Pewarta Foto Indonesia Laporkan Eko Prasetia ke Polisi

Rabu, 11 Januari 2017 17:43 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Adresau Sipayung

Akun Facebook Eko Prasetia
Akun Facebook Eko Prasetia

Share this





Sudah tidak ada jalan damai bagi Eko Prasetia. Eko telah melecehkan profesi jurnalistik.

JAKARTA - Pewarta Foto Indonesia akhirnya melaporkan Eko Prasetia ke Mapolda Metro Jaya, Rabu (11/01/2017). Eko dianggap telah melakukan tindak pidana pencemaran nama baik, sesuai pasal 310 dan pasal 311 Kita Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Dia telah melakukanpenghinaan dan fitnah terhadap profesi jurnalistik.

Menurut Ketua Pewarta Foto Indonesia Lucky Fransiska, sudah tidak ada jalan damai bagi Eko Prasetia.

"Saudara Eko menunjukkan sikap acuh tak acuh atas perbuatan buruknya. Dia seakan tak merasa bersalah. Padahal kami sempat buka jalan damai dengan permintaan maafnya, namun responnya kurang baik," ujar Lucky.

Lucky berharap Eko menyadari kesalahannya dan merasa jera. “Kami hanya pakai peraturan KUHP. Karena peraturan-peraturan itu sudah jelas dan lengkap," ujarnya.

Eko sebelumnya mengunggah foto para pewarta foto yang sedang meliput sidang Ahok melalui akun facebooknya.

Dia memberi caption  "Tim cyber/buzzer penista agama yang malu dan takut ketahuan tampangnya untuk dipublikasikan, turut hadir dipersidangan hari ini. Udah seperti PSK asal China kelakuan mereka, pake tutupin muka segala."

Mengetahui itu, Lucky Fransiska langsung bereaksi.  Ia bersama para pewarta foto langsung membuat surat terbuka untuk Eko.

"Surat terbuka dari Pewarta Foto Indonesia untuk Akun Eko Prasetia

Selamat sore mas Eko Prasetia. Semoga Tuhan senantiasa melimpahkan kesehatan jasmani, rohani dan kesehatan berfikir kepada anda.

Sore ini kami mendapati sebuah foto yang anda unggah dihalaman facebook melalui akun anda. Sebuah foto yang sengaja anda ambil menggunakan telepon pintar untuk memotret kami yang tengah menunggu proses persidangan berlangsung. Foto itu anda lengkapi dengan keterangan foto sebagi berikut "Tim cyber/buzzer penista agama yang malu dan takut ketahuan tampangnya untuk dipublikasikan, turut hadir dipersidangan hari ini. Udah seperti PSK asal China kelakuan mereka, pake tutupin muka segala".

Kami berusaha memaafkan dan memaklumi kata-kata kotor anda yang sudah menghakimi kami, melecehkan profesi kami, menyakiti perasaan kami. Baiklah, mungkin anda tidak kenal kami, anda juga tidak mengerti pekerjaan kami. Anda juga tidak merasakan kelelahan kami. Mungkin anda terlalu sibuk mengikuti kata hati anda yang sedang dibalut kebencian yang sangat. Anda juga mungkin terlalu sibuk mengais kemarahan untuk anda umbar ke jagat maya. Sehingga anda buta dan leluasa menghakimi kami seperti apa kehendak hati anda.

Mas Eko, anda dengan sadar dan sengaja mengangkat telepon anda dan mengarahkan kameranya kepada kami. Anda sadar betul kami ini wartawan, oleh karenanya anda memang sengaja memotret kami
Mas Eko, kami ini awak media, kami adalah jurnalis foto yang setiap hari bekerja mengabadikan peristiwa dengan kamera. Tugas kami menyampaikan berita melalui gambar.

Kedatangan kami ke persidangan adalah murni karena tugas jurnalistik. Terlepas dari siapa yang sedang berpekara dalam persidangan, sejauh itu suatu peristiwa penting yang layak diketahui masyarakat luas. Dipastikan kami akan ada dan hadir mengabadikan peristiwa tersebut dimana dan kapan pun itu. Anda mungkin tidak pernah tau bagaimana kesulitan kami. Ya karena kami tidak mau mengeluh, kami bekerja karena kami mencintai profesi kami.

Mas Eko yang kami hormati, perkataan anda yang mengatakan kami tim cyber/buzzer penista agama sangat merendahkan profesi kami. Anda menyamakan profesi kami sama dengan PSK. Sebegitu kronis kebencian anda hingga menyebarkan fitnah dan menyerang kami. Sehat mas Eko? Kami mendoakan anda selalu dalam keadaan sehat mental dan fisik.

Ingin sekali kami marah, melaporkan anda ke Polisi dan melihat anda duduk di kursi pesakitan lalu kami arahkan semua kamera kami menyoroti wajah anda. Lalu kami sebarkan fotonya dengan kata-kata yang sama seperti kata-kata kotor yang anda lemparkan kepada kami. "Inilah penyebar fitnah menutupi wajahnya seperti PSK asal China karena malu diberitakan di media masa dan diunggah media sosial".

Bagaimana perasaan anda mas Eko? Jika anda tidak tersinggung, kami ragu anda punya nurani. Sebaiknya ada segera berkonsultasi dengan psikolog terdekat.

Mas Eko profesi kami dilindungi Undang-undang pers. Langkah dan gerak kami dipagari kode etik jurnalistik. Kami tidak bergerak sebebas pikiran dan hati anda. Sebagai jurnalis, kami punya tanggungjawab sosial yang besar. Terlebih masyarakat sekarang begitu kritis dan cerdas. Kami dituntut sangat berhati-hati menyampaikan informasi.

Kami ini adalah garda terdepan dalam industri media, kami bukan pembuat kebijakan, kami juga bukan pengambil keputusan, kami tidak memiliki kekuatan membuat suatu sikap keberpihakan.
Mas Eko kami hanya ingin melihat sikap kesatria anda sebagai seorang laki-lali. Kami ingin melihat keberanian anda untuk bertanggungjawab atas semua perbuatan dan ucapan anda yang sudah melukai kami.

Kami tidak ingin menodai hati kami dengan kebencian, kami tidak ingin mengotori pikirian kami dengan amarah.
Kami serahkan semua persoalan ini kepada pihak yang berkompeten untuk diselesaikan.

Semoga Tuhan memaafkan kita semua. Amin

 

 







Jakarta > Hukum

PFI Tuntut Eko Prasetia dengan Pasal KUHP

Kamis, 12 Januari 2017 08:49 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Adresau Sipayung

Lucky Fransiska, Ketua PFI
Lucky Fransiska, Ketua PFI

Share this





PFI menilai peraturan KUHP lebih jelas dibandingakn UU ITE. Itu sebabnya, PFI lebih memilih menuntut Eko Prasetia dengan pasal KUHP.

JAKARTA - Pewarta Foto Indonesia (PFI) telah melaporkan Eko Prasetia ke Polda Metro Jaya kemarin. Lucky Fransiska, Ketua PFI melaporkan Eko atas tindak pidana pencemaran nama baik.

Untuk penerapan pasal, lucky mengaku pihak Pewarta Foto lebih memilih pasal yang diatur dalam KUHP. Mereka tidak ingin berpusat pada ketentuan di UU ITE (Undang-Undang Informasi dan transaksi Elektronik).

"Kami akan fokus ke pasal 310 dan 311 KUHP. Kedua pasal ini akan membuktikan kesalahan yang sudah dilakukan Eko Prasetia," ujar Lucky di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, 11/01/2017.

Menurut Lucky, alasannya sangat kuat. "Kenapa pilih KUHP? Karena kita ingin ambil bagian perang terhadap berita-berita Hoax/bohong. Kita tahu berita sejenis ini semakin kerap terjadi. Ya, ini momen pembelajaran dan kampanye penyebaran berita hoax," pungkas.

Pihak PFI menilai peraturan KUHP lebih jelas dibandingakn UU ITE. Eko Prasetia pun terancam mendekam di penjara.

 

 







Jakarta > Hukum

Tidak Ada Maaf untuk Eko Prasetia

Rabu, 11 Januari 2017 18:20 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Adresau Sipayung

Eko Prasetia
Eko Prasetia

Share this





Bukannya mengklarifikasi kesalahannya di timeline, Eko justru menghapus isi akun facebooknya.

JAKARTA – Pewarta Foto Indonesia sempat membuat surat terbuka kepada Eko Prasetia. Namun, Eko seakan acuh. Lucky Fransiska, sang ketua bahkan menilai Eko tidak punya itikad baik untuk meminta maaf atas kelakuannya.

"Kita sempat memberikan kesempatan Eko untuk minta maaf. Tapi, dia malah anggap sepele kita. Ya, beliau meminta maaf lewat facebook massenger, bukan di timeline postingan foto hinaan itu. Ia juga sempat tidak bisa dihubungi," ujar Lucky, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (11/12017).

Yang membuat geram, Eko justru menghapus isi akun facebooknya. Padahal, harapannya, dia mengklarifikasi kesalahannya di timeline yang berisi foto dengan konten negatif, konten yang cenderung menghina profesi pewarta foto.

"Jadi permintaan maafnya sudah tak ada artinya lagi. Semuanya sudah ia hapus. Tidak sebanding dampaknya," imbuh Lucky.

Eko terancam hukuman penjara lebih 5 tahun. Kini, prosesnya tinggal menunggu tingkat penyidikan.

Eko sebelumnya mengunggah foto para pewarta foto yang sedang meliput sidang Ahok melalui akun facebooknya.

Dia memberi caption  "Tim cyber/buzzer penista agama yang malu dan takut ketahuan tampangnya untuk dipublikasikan, turut hadir dipersidangan hari ini. Udah seperti PSK asal China kelakuan mereka, pake tutupin muka segala."