Jakarta > Hukum

O.C Kaligis Minta Anies Pecat Bambang Widjojanto

Kamis, 11 Januari 2018 16:02 WIB
Editor : Muhamad Ibrahim | Reporter : Yatti Febriningsih

Pengacara kondang O.C Kaligis (Ist)
Pengacara kondang O.C Kaligis (Ist)
Foto : istimewa

Share this








Permintaan O.C Kaligis pecat Bambang Widjojanto disampaikan dalam lembaran surat yang ditujukan langsung kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

JAKARTA - Pengacara kondang O.C Kaligis meminta Bambang Widjojanto (BW) mundur dari jabatannya sebagai  Ketua Komite Pencegahan Korupsi (KPK) DKI Jakarta. Ini disampaikan O.C dalam lembaran surat yang ditujukan langsung kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 

Dalam surat yang berjumlah dua lembar tersebut, O.C  membeberkan alasan dirinya menuntut pemberhentian BW. Salah satu alasannya adalah stastus tersangka dugaan rekayasa keterangan palsu di sidang Makamah Konstitusi (MK) pada 2010 meskipun kasusnya sudah di deponeer. 

“Semua ahli hukum akan sependapat dengan saya, bahwa Deponeer tidak menghilangkan status tersangka Bambang Widjojanto sampai akhir hayatnya,” tulis O.C dalam surat tertanggal 5 Januari 2018 tersebut seperti dikutip Infonitas.com, Kamis (11/1/2017).

Tidak hanya itu, dalam poin selanjutnya, O.C juga menyinggung pemberhentian Bambang sebagai komisioner KPK. Pemberhentian ini disebutkan Bambang karena didasari stasus tersangka yang ada pada Bambang tersebut. 

“Apalagi banyak catatan penyalahgunaan wewenang yang terjadi selama masa jabatannya. Termasuk temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai penggunaan uang KPK yang tidak dapat dipertanggung jawabkan. Pemberhentiannya sebagai tersangka tidak pernah digugat oleh Bambang Widjojanto dan dia sendiri tidak pernah menggugat KPK yang telah memberhentikannya sebagai komisioner,” bebernya. 

Dengan alasan-alasan inilah, O.C dengan tegas meminta Anies untuk memberhentikan Bambang. Terlebih, dengan jabatan Gubernur, O.C percaya, Anies bisa memberikan keputusan terbaik terutama tidak memihak seorang tersangka. 

“Saya yakin, bapak Gubernur bukan pelindung para tersangka pidana untuk duduk dalam pemerintahan bapak yang terkenal bersih, karena bapak sendiri berhasil diangkat menjadi gubernur. Semoga masukan ini dapat menjadi pertimbangan untuk membatalkan pengangkatan tersebut,” tutupnya

Untuk diketahui, Anies sendiri resmi memberhentikan BW sebagai Ketua TGUPP (Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan) bidang Pencegahan Korupsi (KPK) DKI Jakarta pada 3 Januari lalu.

Sementara tim TGUPP sendiri berjumlah 73 orang, namun nama-nama mereka belum semuanya diumumkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemrov) DKI Jakarta.