Jakarta > Hukum

Pasca Vonis Ahok

MUI : Pendukung Ahok Tidak Taat Aturan dan Sudah Radikal

Sabtu, 13 Mei 2017 11:16 WIB
Editor : Dany Putra | Sumber : DBS

Pendukung Ahok
Massa pendukung Ahok terlibat bentro di Pengadilan Tinggi Jakarta.
Foto : istimewa

Share this








Ahok malah dicoreng oleh pendukungnya sendiri yang saat ini sudah menjurus kearah radikal.

JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan kritiks pedas terhadap relawan dan pendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang kerap melakukan aksi unjuk rasa di malam hari, bahkan hingga larut malam. Hal ini tentu bertolak belakang terhadap citra taat hukum yang selama ini ditunjukkan oleh Ahok. 

Wakil Ketua Umum dan Perundangan-undangan MUI Ikhsan Abdullah mengatakan, sikap pendukung Ahok tersebut jelas melanggar undang-undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Dalam UU tersebut jelas tertulis batas waktu massa melakukan demonstrasi dibatasi hingga pukul 18:00.

“Ini berbeda dengan yang ditunjukan Ahok, dimana 22 kali sidang selalu hadir tanpa mangkir. Ini menunjukkan betapa tinggi budaya hukum yang ditunjukkan Pak Ahok. Nah jangan lagi kemudian sampai pendukungnya, penganutnya malah memberikan citra yang buruk terhadap Pak Ahok," katanya dalam diskusi bertema Dramaturgi Ahok di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (13/5/2017).

Oleh karena itu, Ikhsan meminta agar pendukung menghormati apa yang dilakukan Ahok. Jangan sampau upaya yang sudah baik yang ditunjukan Ahok, malah dicoreng oleh pendukungnya sendiri yang saat ini sudah menjurus kearah radikal.

"Pendukung Ahok melakukan demonstrasi dengan tidak taat dengan hukum. Mereka demo sampai larut malam, jam 12 malam, menyalakan lilin di mana-mana, melakukan kekerasan," tuturnya.

Terlebih lagi, lanjut dia, pihaknya meminta agar pendukung Ahok menghormati putusan pengadilan dan langkah banding yang diambil Ahok serta Tim Penasihat Hukumnya.

"Saya harap jangan ada lagi gerakan-gerakan yang menafikan atau mengecilkan arti dan peran dari putusan. Putusan pengadilan wajib dihormati karena itu adalah fakta dan dari awal kita sudah sepakat bawa forum ini ke pengadilan," tuturnya.