Minggu, 31 Desember 2017 10:22:00
Editor : Wahyu AH | Reporter : Adi Wijaya
Mayoritas Pelaku Kekerasan Anak pada 2017 Kalangan Ekonomi Menengah
Ilustrasi
Foto : istimewa
 

KOJA - Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak mencatat kasus kekerasan terhadap anak menurun dibanding tahun sebelumnya. Pada 2016 bisa mencapai 3.339 kasus. Namun, tahun ini hanya 2.727 kasus.

Sekertaris Jenderal Komnas Perlindungan Anak Dhanang Sasongko mengatakan, dari jumlah tersebut, 1.424 kasus di antaranya adalah kekerasan seksual.  Lalu, 825 kasus kekerasan fisik, 477 kasus kekerasan psikis, dan 11 kasus kekerasan lainnya. Mayoritas terjadi di tengah lingkungan masyarakat, sedangkan yang lainnya terjadi di sekolah dan rumah.

"Untuk kekerasan seksual, jenis kasus sodomi mencapai 711 kasus, pencabulan 511 kasus, dan perkosaan 122 kasus, dan incest 20 kasus," kata Dhanang saat dikonfirmasi infonitas.com, Minggu (31/12/2017).

Kasus kekerasan terhadap anak melibatkan korban berjenis kelamin laki-laki sebanyak 1.698 jiwa dan perempuan mencapai 1.131 jiwa. Akibat kejadian itu, korban tewas sebanyak 217 jiwa, 2.243 jiwa trauma, 161 jiwa luka berat, 50 jiwa luka ringan, dan 66 jiwa lainnya tak berdampak.

"Kebanyakan korban berada pada rentang usia 6-12 tahun atau berada pada usia sekolah SD dan SMP," jelasnya.

Sedangkan untuk pelaku, 976 jiwa adalah berusia lebih dari 18 tahun dan 712 jiwa yang berusia di bawah 18 tahun.

Yang mencengangkan, mayoritas tingkat ekonomi pelaku bergeser ke kalangan ekonomi menengah. "Kebanyakan pelaku juga bukan berasal dari keluarga korban. Melainkan tetangga maupun orang yang baru dikenal korban," tutupnya.

Baca Juga

Berikan Komentar Anda