Jakarta > Hukum

Manajemen RS Mitra Keluarga Kalideres Terancam 10 Tahun Penjara

Rabu, 13 September 2017 15:27 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Chandra Purnama

Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga Kalideres
Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga Kalideres. (Ist)
Foto : istimewa

Share this








RS Mitra Keluarga terancam 10 tahun penjara, apabila terbukti menyalahi Pasal 190 Undang - undang Kesehatan RI dalam kasus meninggalnya bayi Debora.

JAKARTA – Manajemen Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga Kalideres terancam 10 tahun penjara, apabila terbukti menyalahi Pasal 190 Undang-undang Kesehatan Republik Indonesia, dalam kasus meninggalnya bayi Tiara Debora Simanjorang (4 bulan), putri pasangan Rudianto Simanjorang dan Henny Silalahi.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Adi Deriyan Jayamerta mengatakan, dalam pasal tersebut menjelaskan bahwa pimpinan fasilitas pelayanan dan atau tenaga kesehatan yang melakukan praktik atau pekerjaan pada fasilitas pelayanan kesehatan yang dengan sengaja tidak memberikan pertolongan pertama terhadap pasien yang dalam keadaan gawat darurat.

Lalu, dalam runutan selanjutnya Pasal 190 yakni Pasal 32 ayat 2 yang berbunyi, dalam keadaan darurat, fasilitas pelayanan kesehatan, baik pemerintah maupun swasta, wajib memberikan pelayanan kesehatan bagi penyelamatan nyawa pasien dan pencegahan kecacatan terlebih dahulu.

"Kalau kami mencermati dari pasal tersebut adalah pimpinan fasilitas kesehatan atau tenaga kesehatan yang tidak memberikan pelayanan atau tindakan medis terhadap pasien dalam kondisi kritis. Dan ketiadaan tindakan medis tersebut bayi Deborah meninggal dunia. Ancamannya cukup tinggi yakni (pidana) 10 tahun," kata Adi di Polda Metro Jaya, Rabu (13/9/2017).

Adi menambahkan, saat ini pihak berwajib tengah manggil saksi-saksi dalam kasus kematian bayi malang tersebut. Nanti, apabila diperlukan manajemen RS Mitra Keluarga Kalideres akan dipanggil sebagai saksi dalam kasus itu.

"Saat ini saya belum dapat info apakah pihak rumah sakit udah dimintai keterangan, tetapi pastinya rekan-rekan akan meminta kesediaan pihak RS untuk dimintai keterangannya," tambah Adi.

Usai pemeriksaan saksi rambung, kasus yang tengah menjadi perhatian ini akan masuk ke tahap gelar perkara. Lalu, dari hasil tersebut baru bisa mengungkap apakah RS Mitra Keluarga Kalideres bersalah atau tidak.

"Nanti akan dituangkan dalam laporan penyelidikan kemudian kota akan lakukan tahapan gelar perkara apakah dalam peristiwa bayi Deborah ini ada pidananya atau tidak," pungkas Adi.