Jakarta > Hukum

MA Belum Tahu Kapan PK Ahok Diputuskan

Rabu, 14 Maret 2018 12:39 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Yatti Febriningsih

Ahok
Ahok
Foto : istimewa

Share this








Kabiro Humas MA belum mengetahui kapan PK Ahok diputuskan. Dia juga tidak bisa memprediksi disetujui atau tidak.

JAKARTA - Makamah Agung (MA) mengaku belum mengetahui kapan Peninjauan Kembali kasus penistaan agama yang melibatkan Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama (Ahok) diputuskan. 

“Belum tau (kapan diputuskan), nanti akan kita kabari. Jika sudah sampai di tangan majelis hakim, paling lama tiga bulan,” ujar Kabiro Humas MA, Abdullah saat dihubungi Infonitas.com, Rabu (14/3/2018). 

Terkait PK Ahok ini dikabulkan atau tidak, Abdullah juga tidak memberikan jawaban pasti. Namun, ia sangat mengapresiasi sikap Ahok beserta kuasa hukumnya yang kooperatif selama proses sidang. 

“Yang dimaksud kooperatif dalam persidangan adalah terdakwa atau penasihat hukumnya memenuhi ketentuan hukum acara dan tidak membuat gaduh dalam persidangan. Mengenai dikabulkan, dikurangi, atau tidak, sudah masuk independesi Majelis Hakim pemeriksa dan pemutus perkara,” katanya. 

Sebagai informasi, Permohonan PK Mantan Bupati Belitung Timur itu telah disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, pada Senin (26/2) lalu. Kuasa hukum Ahok, Fifi Lety Indra mengatakan, terdapat beberapa poin yang membuat Ahok merasa perlu mengajukan Peninjauan Kembali (PK) kasus penistaan agama.

Selain hakim yang menyebut Ahok kooperatif, putusan terpidana Buni Yani juga salah satu poin yang tertulis didalam berkas PK penistaan agama dari permohonan PK Mantan Bupati Belitung Timur itu. 

Untuk diketahui, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) pada 9 Mei 2017 menjatuhkan vonis untuk Ahok yang menjadi terdakwa perkara penistaan agama. Majelis mengganjar mantan Bupati Belitung Timur itu dengan hukuman dua tahun penjara dengan kasus penistaan agama dan menjalani masa hukumannya di Rutan Mako Brimob, Depok, Jawa Barat.