-->
Jakarta > Hukum

Ini Sikap Pemprov DKI Jakarta Soal Aksi Teror Bom di Surabaya

Senin, 14 Mei 2018 14:35 WIB
Editor : Ichwan Hasanudin | Reporter : Ichwan Hasanudin

Ledakan bom di Salah satu Geraja di Surabaya
Ledakan bom di salah satu geraja di Surabaya. (foto: tribunews)
Foto : istimewa

Share this








Ledakan bom di tiga gereja di Surabaya mengagetkan banyak pihak. Pemprov DKI Jakarta pun menyatakan sikap mengutuk aksi teror tersebut.

JAKARTA – Aksi pengemboman di tiga gereja di Surabaya mendorong banyak pihak menyatakan mengutuk keras. Begitupun dengan Pemprov DKI Jakarta.

Dalam siaran pers yang diterima Infonitas.com pada Minggu (13/5/2018), Pemprov DKI Jakarta menyampaikan lima poin pernyataan sikap. Berikut pernyataan sikap Pemprov DKI Jakarta mengenai aksi terorisme di Surabaya.

Melihat situasi dan kondisi yang terjadi di Surabaya, dan peningkatan status menjadi Siaga 1 (satu) di DKI Jakarta, maka Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyampaikan beberapa hal sebagai berikut:

1. Pemprov DKI Jakarta turut berduka cita dan berbelasungkawa terhadap keluarga korban bom di tiga gereja di Surabaya. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan ketabahan dan keikhlasan kepada kita semua.

2. Gubernur DKI sebagai Ketua Forkompimda DKI Jakarta telah berkomunikasi dengan Kapolda Metro Jaya, Pangdam Jaya, BINDA DKI, dan instansi terkait lainnya untuk mengelola risiko dan memastikan keamanan kota dan warga. Pemprov DKI Jakarta akan senantiasa terus berkoordinasi dengan pihak TNI dan Polri, untuk memastikan bahwa kondisi Jakarta akan aman. Percayakan kepada aparat keamanan untuk menjaga situasi dan kondisi tersebut.

3. Gubernur DKI telah menginstruksikan kepada jajaran Pemprov DKI, mulai dari walikota/bupati, camat, lurah, serta SKPD terkait, untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan lingkungan bersama warga, serta melaporkan setiap perkembangan.

4. Kepada masyarakat, diharap untuk tetap tenang dan berkegiatan seperti biasanya. Aparat keamanan sudah memastikan akan menjaga situasi dan kondisi ibu kota tetap aman dan nyaman. Selain itu, diharapkan semua masyarakat tidak membuat gaduh keadaan dengan menyebarkan informasi yang tidak benar (hoaks), dan tidak pula menyebarkan foto-foto korban.

5. Pemprov juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan sekitar. Apabila ada tingkah laku yang dianggap mencurigakan, agar segera melapor kepada pihak keamanan di sekitar lingkungan. Mari kita bersama saling menjaga satu sama lain.

 

    -->