Rabu, 11 April 2018 19:01:00
Editor : Wahyu AH | Reporter : Yatti Febriningsih
Hampir Semua Gedung di Sudirman-Thamrin Tidak Punya Sumur Resapan
Pertumbuhan apartemen di Jakarta Barat.
Foto : Ichwan
 

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemrov) DKI Jakarta mengumumkan hasil sidak yang dilakukan oleh tim Pengawasan Terpadu Sumur Resapan, Instalasi Pengolahan Limbah, dan Air Tanah. Ini terkait penggunaan air juga pengelolaan air di gedung-gedung tinggi di Jalan Sudirman-Thamrin.

Dari target awal 80 gedung, hanya 77 gedung yang diperiksa. Sementara, tiga gedung lainnya masih memiliki beberapa kendala, semisal gedung Kedutaan Besar Jerman untuk Indonesia. Pemeriksaan harus dengan izin dari Kementerian Luar Negeri.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan hasilnya mengecewakan. Dari 77, hanya satu gedung yang mengantongi kelengkapan sesuai dengan Pergub nomor 20 tahun 2013 tentang sumur resapan. Yakni, gedung Hotel Pullman Jakarta, Thamrin, Jakarta Pusat.

"Hanya 40 gedung yang melengkapi bangunannya dengan sumur resapan. Dan ironisnya dari 40 hanya satu gedung yang seluruh fasilitasnya sesuai dengan Pergub nomor 20 tahun 2013 tentang sumur resapan. Separuh enggak punya sumur resapan," kata Anies di Balaikota, Jakarta, Rabu (11/4/2018).

Kemudian, dari 37 gedung yang tidak punya sumur resapan, di antaranya Kementerian ESDM, Indo Surya Center, SCG (Bangkok Bank), Hotel Sari Pan Pasific, Plaza Permata, Sudirman Plaza, Mayapada Tower, Bawaslu, Kementerian Agama, Bank Indonesia dan masih banyak lainnya.

"Sudah saatnya kita mulai mendisiplinkan agar semua gedung-gedung di sini memiliki sumur resapan kemudian kolam resapan. Masa hanya ada 10 gedung yang punya kolam resapan, luasnya juga cuma 8.000 meter kubik," lanjutnya.

Lalu, terkait pengolahan air limbah, ada 49 gedung sudah memiliki instalasi pengolahan air limbah, 35 gedung berlangganan dengan PD Pal Jaya masih pakai septic tank.

Adapun terkait sumur dalam, ada 56 gedung yang memiliki sumur dengan kedalaman lebih dari 200 meter dan 33 gedung tidak memiliki izin atau sudah habis izinnya. 

"Padahal, kita tahu pengolaannya tidak bisa hanya dengam septic tank. Ini biasanya di rumah-rumah pun dengan skala ukuran yang kecil hari gini rasanya sudah outdated sekali, tapi itulah kenyataannya," pungkas Anies.

Baca Juga

Berikan Komentar Anda