Kamis, 11 Oktober 2018 17:48:00
Editor : Wahyu AH | Reporter : Yatti Febriningsih
SMAN 87 Jakarta
SMAN 87 Jakarta
Foto : istimewa
 

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta pihak SMAN 87 Jakarta untuk menghentikan sementara NK dari proses mengajar di kelas. Ini menyusul dugaan doktrinisasi terhadap murid-muridnya agar anti Presiden Republik Indonesia sekaligus Calon Presiden nomor urut 1 Joko Widodo atau Jokowi. 

“Ditarik segera, akan dihentikan dari mengajar dikelas. Kalau ada guru yang bermasalah dengan siswa tarik dari sekolah, tarik dari kelas. Sehingga ia tidak berada di kelas dulu,” ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Anies meminta agar NK tidak dulu melalukan interaksi apapun dengan siswa di sekolahnya sampai proses pendisiplinan selesai. 

Namun, untuk status kepegawain, tidak bisa diputuskan begitu saja melainkan ada proses yang harus dilakukan. 

“Kalau status kepegawaian ada aturannya. Tapi yang jelas dia ditarik dari interaksi dengan siswa sampai proses pendisiplinannya tuntas," kata Anies. 

Sebagai Informasi, kasus ini terungkap dari adanya keluhan oleh salah salah satu orangtua murid yang viral di media sosial. Dalam keluhannya dia menceritakan jika anaknya dan siswa SMAN 87 lainnya dikumpulkan NK di tempat ibadah dan ditunjukkan video gempa di Palu, Sulawesi Tengah.

Saat itu, menurutnya, NK menyampaikan kepada murid-muridnya jika banyaknya korban bencana dari gempa yang melanda Sulawesi Tengah akibat ulah Jokowi.

Baca Juga

Berikan Komentar Anda