-->
Jakarta > Hukum

Buntut Bagi Sembako Monas, Sandiaga Siap Penuhi Panggilan Polisi

Jumat, 04 Mei 2018 14:30 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Yatti Febriningsih

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno saat menjenguk korban di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja, Jakarta Utara, Minggu (23/4/2018) malam.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno saat menjenguk korban di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja, Jakarta Utara, Minggu (23/4/2018) malam.
Foto : Adi Wijaya

Share this








Sandiaga siap memberikan pernyataan lengkap kepada polisi mengenai acara pembagian sembako gratis di Monas beberapa waktu lalu yang menyebabkan 2 tewas.

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku siap memenuhi panggilan pihak Kepolisian terkait tewasnya dua warga Pademangan, Mahesha Junaedi dan Rizki Saputra saat acara bagi-bagi sembako gratis di Monas. Keduanya diduga meninggal akibat terinjak-injak. 

“Saya siap sekali dan kita akan kumpulkan data yang diperlukan Kepolisian,” tegas Sandiaga di Balaikota, Jakarta, Jumat (4/5/2018).

Sebelum masuk ke ranah Kepolisian, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah menemui pihak panitia FUI supaya melakukan pertanggungjawaban terhadap korban dan keluarga korban. Namun, faktanya, permintaan maaf belum juga didapat dari pihak panitia sehingga keluarga korban merasa kecewa.

“Saya memanggil beliau melalui kawan kita Sahrianta Tarigan. Hari senin langsung kita berkoordinasi dia datang. Saya sampaikan keprihatinan saya dan saya minta sebagai organisasi mereka meminta maaf dan bertanggung jawab,” terang Sandiaga.

Akibatnya, orangtua korban Rizki bernama Komariah melaporkan Ketua Panitia Penyelenggara atas nama Dave Revano Santosa ke Bareskrim Mabes Polri terkait kelalaian yang membuat anaknya Muhammad Rizki Saputra meninggal dunia. Laporan itu terlampir dalam surat laporan yang bernomor TBL/450/V/2018/Bareskrim tertanggal 2 Mei 2018.

Sebelumnya, Forum Untukmu Indonesia (FUI) menggelar acara bagi-bagi sembako gratis berupa beras, minyak goreng dan mie instan dengan jumlah massa lebih dari 100.000 orang di Monumen Nasional (Monas) pada Sabtu (28/4/2018). 

    -->