Kamis, 11 Oktober 2018 16:51:00
Editor : Wahyu AH | Reporter : Yatti Febriningsih
perayaan Hari Anak Nasional di Ancol, Pademangan, Jakarta Utara
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri perayaan Hari Anak Nasional di Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.
Foto : Adi Wijaya
 

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyayangkan tindakan seorang guru di SMA Negeri 87 Jakarta Selatan. Guru berinisial NK kabarnya telah mendoktrin para siswanya agar membenci Presiden Republik Indonesia sekaligus calon petahana Pilpres 2019 Joko Widodo (Jokowi).

Seorang guru seharusnya, kata Anies, bisa bersikap netral dalam memberikan pengetahuan dan arahan kepada para siswa. Ini juga berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) lainnya. 

Anies mengaku sudah memerintahkan inspektorat DKI Jakarta melakukan investigasi kasus tersebut. “Kalau ada pelanggaran, tidak sesuai ketentuan kita akan sanksi sesuai ketentuan," tegas Anies di Gedung DPRD, Jakarta, Rabu (10/10/2018). 

Sebagai Informasi, kasus ini terungkap dari adanya keluhan salah satu orang tua murid yang viral di media sosial.

Orang tua tersebut  menceritakan jika anaknya dan siswa SMAN 87 lainnya dikumpulkan NK di tempat ibadah dan ditunjukkan video gempa di Palu, Sulawesi Tengah. Saat itu, menurutnya, NK menyampaikan kepada murid-muridnya jika banyaknya korban bencana dari gempa yang melanda Sulawesi Tengah akibat ulah Jokowi.

Baca Juga

Berikan Komentar Anda