Jakarta > Hukum

Anies Terbebas dari Gugatan 'Pribumi'

Selasa, 05 Juni 2018 12:26 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Yatti Febriningsih

Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan Musala Al Makmur di Kampung Akuarium.
Foto : Adi Wijaya

Share this








Anies terbebas dari gugatan 'Pribumi'. Hakim menolak gugatan karena tidak adanya unsur hubungan perdata umum antara penggugat dan yang digugat.

JAKARTA – Pengadilan Negeri Jakarta Pusat akhirnya mengeluarkan putusan dan menolak gugatan kasus pidato ‘Pribumi’ yang ditujukan kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Menggapi hal ini, Anies langsung mengungkapkan rasa bahagiannya.

"Alhamdulillah saya bersyukur," kata Anies di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (4/6/2018).

Anies meminta warganya berkepala dingin dalam menerima keputusan yang diberikan pihak hakim. "Mari semua sikapi ini dengan dingin, dengan tenang dan saya hormati keputusan pengadilan," ucap dia.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menolak gugatan kasus pidato 'pribumi’ dengan tergugat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan alasan tidak adanya unsur hubungan perdata umum antara penggugat dan yang digugat.

Namun, salah satu anggota Tim Advokasi Anti Diskriminasi Ras dan Etnis (Taktis) Daniel Tonapa Masiku tidak menerima putusan tersebut. Pihaknya berencana mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi atau mengganti perkara tersebut menjadi gugatan warga kepada penyelenggara negara.

Untuk diketahui, gugatan ini berawal dari pidato perdana Anies Baswedan usai dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 16 Oktober 2017 di Balai Kota. Saat itu Anies menggunakan kata 'pribumi' untuk menyinggung kolonialisme dan kemerdekaan.

"Dulu kita semua pribumi ditindas dan dikalahkan, kini telah merdeka, saatnya menjadi tuan rumah di negeri sendiri," kata Anies dalam pidatonya.







 

Berita Terkait