Jakarta > Hukum

Anies Bantah Terbitkan Larangan Penggunaan Monas untuk Aktivis 98

Jumat, 06 Juli 2018 09:45 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Yatti Febriningsih

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Foto : istimewa

Share this








Anies membantah telah menerbitkan surat larangan penggunaan Monas untuk Aktivis 98. Ini hoax.

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies  Baswedan membantah telah mengeluarkan surat edaran nomor: 721/-1.132 tertanggal 26 Juni 2018. Menyoal larangan menggunakan Monumen Nasional atau Monas untuk kegiatan Rembuk Nasional Aktivis 98. 

Aktivis 98 rencananya akan menggelar kegiatan pada Sabtu (7/7/2018). Acara dihadiri sejumlah tokoh Nasional, seperti Presiden Joko Widodo,

Ketua Majelis Ulama Indonesia Jawa Gimur KH Lutfi bin Yahya, dan Ketua Partai Hanura Osmam Sapta Odong. 

“Yang bilang enggak diijinkan siapa? Itu hoax, saya tidak pernah tanda tangan. Masa gubernur tanda tangan surat itu,” kata Anies di Jalan Duren Sawir Baru, Jakarta Timur, Kamis (5/7/2018).

Menurut Anies, penggunaan Monas untuk Rembuk Nasional Aktivis 98 bukan perkara boleh atau tidak boleh digunakan, tapi dia merasa tidak pernah mengeluarkan bahkan menandatangani surat tersebut. Bahkan, untuk memastikannya, ia meminta awak media mengonfirmasi langsung ke Kepala Unit Pengelolaan Teknis Monumen Nasional (Monas) Munjirin. 

“Bukan boleh dan tidak, kalau seperti itu dicek saja sama UPT-nya, surat itu hoax, mana ada gubernur tanda tangan surat permintaan izin,” tutur dia.

Sekadar informasi, kegiatan Rembuk Nasional Aktivis 98 akan mengangkat beberapa isu besar yakni radikalisme, intolenrasi, terorisme, dan menjaga keutuhan NKRI juga ideologi Pancasila. Bakal ada sekitar 58.328 aktivis se-Indonesia yang hadir.

Ketua panitia Rembuk Nasional aktivis 98 Sayed Junaidi Rizaldi juga membantah. Acara Rembuk Nasional akhirnya memang tidak jadi di Monas, pindah ke JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Namun, itu bukan karena surat edaran yang dikeluarkan Anies, melainkan bentrok dengan kegiatan Pemprov DKI dalam rangkaian HUT DKI Jakarta. 

"Hanya perpindahan tempat saja. Masalah hari dan tanggal tidak ada perubahan," katanya kepada wartawan saat menggelar jumpa pers di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (3/7/2018).