Selasa, 16 Januari 2018 09:44:00
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Yatti Febriningsih
Kartu OK Otrip
Kartu OK Otrip (Ist)
Foto : istimewa
 

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyebut layanan Trasportasi One Karcis One Trip (OK Otrip) belum populer. Ini lantaran masih banyaknya masyarakat yang belum mengetahui soal layanan transportasi umum dengan tarif Rp 5 ribu sekali perjalanan ini.

“Mohon dukungan daripada Pemprov (Pemerintah Provinsi) DKI Jakarta dan mohon dukungan juga dari teman-teman media karena masih sedikit sekali masyarakat yang mengetahui tentang OK Otrip ini,” ujar Sandiaga di Balai Kota, Jakarta Senin (15/1/2017) malam.

Meski belum banyak diminati, Sandi menegaskan akan terus mensosialisasikan program yang ia usung bersama rekannya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat masa kampanye Pilkada lalu. Salah satu cara dengan terus melanjutkan uji coba Ok Otrip tahap II yang mulai terintegrasi dengan angkutan kecil seperti Mikrolet dan Koperasi Wahana Kalpika (KWK).

“Hari ini di-launching dengan rute Duren Sawit - Kampung Melayu sengan dilayani 15 armada. Dimana tiap armada akan ada satu petugas TJ (Transjkarta) atau Dishub (Dinas Perhubungan). Setelah itu, besok 16 Januari kita akan tambah satu trayek lagi dan secara bertahap akan kita tambah terus,” paparnya.

Lebih lanjut, Sandi juga berharap masyarakat bisa terus ikut mendukung layanan Transportasi yang dibatasi selama durasi tiga jam ini untuk mendapatkan tarif Rp 5 ribu. Salah satunya dengan membeli Kartu OK Otrip yang sampai saat ini angka penjualannya masih rendah.

“Kita ingin Kartu OK Otrip yang barusekitar 3 - 4 ribu bisa mencapai 20 ribu penjualannya sampai dengan dua bulan masa uji coba ini,” imbuhnya.

Untuk diketahui, uji coba tahap I Ok Otrip sudah dilaksanakan sejak 22 Desember lalu yang berlaku diseluruh koridor Transjakarta dan hari ini layanan OK Otrip sudah terintegrasi angkutan kecil. Untuk tahap I dan II masyarakat masih bisa menikmati layanan Ok Otrip dengan tarif Rp 3.500 dan setelah tiga bulan kedepan akan dikenakan tarif normal yakni Rp 5 ribu sekali perjalanan.

Baca Juga

Berikan Komentar Anda