Jakarta > Ekonomi Bisnis

Viral Saldo Tol Terpotong Dua Kali, Ini Reaksi Jasa Marga dan Bank

Sabtu, 17 Februari 2018 12:21 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Yatti Febriningsih

Ilustrasi - Transaksi e-Toll
Gerbang tol Karang Tengah dihapus supaya sistem transaksi terintegrasi baru dapat diterapkan.
Foto : istimewa

Share this








Pihak Jasa Marga memohon maaf terkait pemotongan saldo hingga dua kali di kartu pembayaran tol.

JAKARTA – PT Jasa Marga (Persero) sudah  menerapkan sistem pembayaran non tunai di seluruh gerbang tol sejak Oktober 2017 lalu. Sayangnya, masih banyak hal yang menyimpang, seperti masalah pemotongan tarif dari kartu pembayaran pengguna tol.

Seorang pengguna tol, Rama Sugianto sempat menjabarkan masalah itu melalui akun facebooknya hingga semat viral.

Menanggapi ini, pihak Jasa marga langsung angkat bicara dan meminta maaf atas kejadian tersebut. “Kami minta maaf atas ketidaknyamanan ini,” ujar Assistant Vice President Corporate Communication Jasa Marga, Dwimawan Heru dalam keterangan tertulis yang diterima Infonitas.com.

Selanjutnya, Heru juga telah berkoordinasi dengan Bank Mandiri selaku penerbit kartu kartu prabayar e-money terkait transaksi ganda yang dialami Rama.

Sementara, Head of Corporate Communication Bank Mandiri Maristella Tri Haryanti mengemukakan bahwa bank dan Jasa Marga telah menyelesaikan permasalahan ini.

“Saldo yang terpotong dua kali, kami kembalikan,” kata Maristella.

Lebih lanjut, untuk mencegah double transaksi, lanjut Maristella, pengguna kartu uang elektronik yang akan melakukan pembayaran tol, sebaiknya tidak mengubah, menggeser atau menarik kartu selama transaksi belum selesai atau gate belum terbuka.

“Apabila mengalami double transaksi, pengguna dapat melakukan pengecekan melalui ATM dengan cara, memilih menu uang elektronik atau e-money pada mesin ATM. Kemudian pilih cetak history transaksi dan meletakkan e-money di reader ATM. Setelah itu, pengguna dapat menyampaikan keluhan beserta kartu dan history transaksi tersebut ke kantor bank penerbit terdekat,” urainya.