Kamis, 20 Juli 2017 14:30:00
Editor : Ivan | Sumber : DBS
Ilustrasi - Sevel tutup operasional
Ilustrasi - Sevel tutup operasional
Foto : istimewa
 

JAKARTA – 7-Eleven (Sevel) Indonesia tutup. Seluruh gerainya juga sudah tidak beroperasi. Hanya tersisa utang ke sejumlah kreditur atau pemberi kredit, yang sebelumnya diajak kerja sama untuk memberi mereka modal agar bisa ekspansi dan buka gerai di Indonesia.

Sayangnya, tidak ada klausa yang menyatakan bahwa hutang bisa lunas jika usaha yang dijalankan Sevel tutup atau bangkrut. Alhasil, sisa utang ini jadi masalah serius. Para kreditur pun mulai ‘mengepung’ Sevel untuk menagih pinjaman yang mereka berikan sebelumnya. Sedangkan di sisi lain, Sevel Indonesia sudah tidak mendapat pemasukan untuk membayar utang karena telah menutup operasional ritelnya.

Salah satu kreditur, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, mengimbau agar PT Modern Sevel Indonesia selaku pemegang lisensi jaringan gerai Sevel di Tanah Air, untuk menjual aset-aset mereka guna menutupi utang.

Direktur Wholesale Banking Bank Mandiri Royke Tumilaar mengatakan, pihaknya akan memberi waktu 1-3 bulan ke pihak 7-Eleven untuk melunasi kredit macet mereka.

"Mereka ada jaminan, yang punya juga kasih personal guarantee. Kami kasih kesempatan 1-3 bulan (melunasi utang)," kata Royke seperti dikutip dari Kompas.com, Kamis  (20/7/2017).

Royke juga berharap, induk usaha sevel PT Modern Internasional Tbk dapat membantu menyelesaikan permasalahan internal 7-Eleven. Dia yakini Sevel masih bisa melunasi utang-utang mereka. Sebab, grup PT Modern Internasional Tbk juga memiliki lini bisnis lainnya.

“Utang 7-Eleven ke bank lain lebih besar ketimbang di Bank Mandiri,” bebernya.

Terpisah, Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas mengatakan, total kredit Bank Mandiri yang ada di 7-Eleven sebesar Rp 240 miliar. Guna menyelesaikan kredit tersebut, Rohan mengaku pihaknya sudah sering duduk bersama dengan 7-Eleven.

“Saat ini 7-Eleven tengah menjalani proses legal untuk menyelesaikan kredit macet. Mungkin pailit dulu. Tapi mereka juga sudah menginfokan akan menjual aset," kata Rohan.

Senada dengan Royke, Rohan juga meyakini 7-Eleven dapat menyelesaikan utang mereka. Pasalnya, lanjut dia, gerai 7-Eleven yang sudah ditutup kebanyakan terletak di lokasi strategis. Selain itu, status asetnya atas kepemilikan sendiri.

"Sevel sebagaimana kita tahu asal usulnya kebanyakan dahulu (gerai) Fuji Film, dan asetnya dimiliki sendiri dan letaknya bagus-bagus. Jadi kami enggak khawatir soal pengembalian asetnya, karena jual beberapa gerai juga sudah tertutupi," tandas Rohan.

Baca Juga

Berikan Komentar Anda