Jakarta > Ekonomi Bisnis

Tidak Semua Rekening Dilaporkan ke Ditjen Pajak

Jumat, 19 Mei 2017 11:08 WIB
Editor : Muhammad Saiful Hadi | Sumber : dbs

Menteri Keuangan Sri Mulyani
Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani
Foto : istimewa

Share this








Ditjen Pajak hanya bisa mengakses keuangan nasabah bank yang memiliki saldo rekening 250.000 dollar AS, atau Rp 3,3 miliar (kurs 13.300).

JAKARTA - Menteri keuangan Sri Mulyani menegaskan hanya nasabah yang memiliki saldo rekening 250.000 dollar AS, atau Rp 3,3 miliar (kurs 13.300) yang dilaporkan pihak bank ke Direktorat Jendral (Ditjen) Pajak. Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomer 1 Tahun 2017 tentang akses informasi keuangan untuk kepentingan perpajakan.

"Batas saldo yang wajib dilaporkan secara otomatis adalah 250.000 ribu dollar AS," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers, Jakarta, Kamis (18/5/2017).

Batas saldo rekening yang wajib dilaporkan bank kepada Ditjen Pajak merupakan ketentuan internasional, yang harus dipatuhi pemerintah karena ingin bergabung kebijakan pertukaran otomatis data informasi keuangan internasional atau Automatic Exchange of Information (AEoI).

Jadi, kata Sri Mulyani, nasabah yang memiliki saldo di atas Rp 3,3 miliar, secara otomatis menjadi subjek kebijakan pertukaran data informasi keuangan internasional.

Baca juga : Terima SMS ‘Kirim Saja ke Rekening..?’ Yuk Lapor OJK

"Jadi saya tekankan karena ini AEoI maka compliance kita harus setara dengan negara lain," kata Ani.

Saat ini, setidaknya ada 100 negara yang sudah berkomitmen ikut AEoI. Sekitar 50 negara akan menerapkan kebijakan itu pada tahun ini, sementara sisanya bergabung pada 2018.

Melalui kebijakan ini, maka akses informasi keuangan bisa dipertukarkan secara otomatis bagi para negara anggotanya