Jakarta > Ekonomi Bisnis

Stasiun Pasar Senen Ramai, Feeder TransJakarta Belum Optimal

Sabtu, 02 Juni 2018 17:00 WIB
Editor : Ichwan Hasanudin | Reporter : Yatti Febriningsih

Stasiun Pasar Senen
Stasiun Pasar Senen.
Foto : Yatti Febriningsih

Share this








Menjelang Lebaran, Stasiun Pasar Senen mulai dipadati pemudik. Tapi sayangnya, kondisi itu tidak dibarengi dengan pelayanan dari Feeder TransJakarta.

JAKARTA - Jelang arus mudik Lebaran, berbagai terminal dan stasiun menjadi sorotan. Salah satunya stasiun Pasar Senen yang merupakan salah satu stasiun terbesar yang ada di Jakarta. 
 
Kurang dari dua minggu menjelang Lebaran sendiri, kondisi Stasiun Senen mulai ramai dipadati pengunjung. Selain persiapan stasiun, bus pengumpang yang melayani disekitar stasiun juga perlu ikut menjadi perhatian. 
 
Namun, sayangnya berdasarkan pantauan Infonitas.com di lokasi, Sabtu (2/6/2017) bus pengumpang masih belum melayani dengan baik. Pasalnya ada beberapa hal yang membuat penumpang kurang nyaman, terutama untuk penaikkan dan penurunan penumpang. 
 
Feeder bus sendiri merupakan bus yang disediakan oleh PT Transportasi Jakarta (TransJakarta). Bus itu dengan rute Lebak Bulus Senen. Letak bus ini sendiri cukup strategis, pasalnya terletak tepat di depan pintu stasiun. 
 
Pembayaran sendiri bisa dilakukan dengan dua cara yaitu menggunakan kartu elektronik dan pembayaran tunai di dalam bus. Namun, yang menjadi masalah ialah lebih kepada letak penaikkan bua sebelum berangkat yang kurang nyaman. 
 
Bus ini terletak sedikit lebih jauh dari pintu stasiun maupun tenda biru milik karyawan PT Transjakarta yang bertugas. Bus terletak beberapa meter tepatnya di dinding underpass. Parahnya letaknya sangat berhimpitan dengan dinding tersebut. 
 
Hal ini otomastis membuat penupang sedikit kesulitan untuk naik ke dalam bus, terutama yang membawa barang bawaan banyak.  “Sempit banget, terlalu mepet ke dinding,” ujar Sintya Angraeni (26) kepada Infonitas.com. 
 
Selain sempit, yang membuat hal ini mnejadi semakin tidak nyaman ialah bau pesing yang ada disekitar bus. Parahnya lagi, bau itu sangat tercium dan menyengat hingga ke dalam bus, dan membuat penumpang bus yang menunggu di dalam risih. Bahkan, tim melihat ada beberapa orang yang meutupi idungnya lantaran bau. 
 
Saat ditanyakan ke pihak stasiun soal kondisi bus pengumpang, mereka tidak mau terlalu berkomentar. Kepala Stasiun Pasar Senen Zainul hal itu adalah tanggung jawab pemilik bus pengumpan, dalam hal ini PT Transjakarta. 
 
“Kalau feeder ya tanya feedernya lah ya. Kalau saya bisa memberikan statement terkait yang saya aja. Kalau tanya feeder jurusan lengkap di situ (terminal),” pungkasnya.