Jumat, 27 April 2018 10:51:00
Editor : Ichwan Hasanudin | Reporter : Yatti Febriningsih
Soal Skybridge Tanah Abang, Nasib Pedagang Ditentukan Kontraktor
Kondisi Jalan Jati Baru Tanah Abang, Jakarta Pusat (Ist)
Foto : istimewa
 

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta siap untuk memulai pembangunan skybridge di kawasan Tanah Abang tahun ini sebagai langkah penataan Tanah Abang jangka panjang.

Penataan sudah mulai dilakukan. Namun sampai saat ini, Jalan Jatibaru-Tanah Abang masih digunakan pedagang kaki lima (PKL). Masib para pedagang belum ada kejelasan. Bahkan, Pemprov DKI Jakarta kerap kali mendapat penolakan lantaran jalan tersebut justru ditutup untuk umum.

Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno, nasib jalan Jati Baru tergantung dari pihak kontraktor yang dipercayakan bangun skybridge. Pasalnya, jika tetap dipaksa untuk dibuka bisa mengkhawatirkan pengguna jalan sebab aktivitas pembangunan membahayakan.

“Nanti tergantung desainnya. Kalau misalnya kontraktornya bisa mendesain yang aman begitu. Artinya bisa dilewati, sementara atasnya dibangun. Saya tapi berprinsip keselamatan itu kunci, keselamatan itu faktor utama. Jangan dipaksakan dibuka, terus nanti ada yang ketiban selagi dibangun,” tutur Sandiaga di Balai kota, Jakarta, Kamis (27/4/2018).

Untuk masa pembangunan skybridge ini sendiri, lanjut Sandiaga, pihak kontraktor bisa menyelesaikan tiga bulan. Tapi, ia menargetkan pembangunan ini setidaknya baru bisa selesai hingga bulan Oktober 2018 mendatang.

“Secara realistis karena dulu saya pengusaha juga, paling cepat empat bulan. Saya ingin sebelum akhir tahun ini sudah selesai,” katanya.

Sementara rancangan desain dari skybridge sendiri tinggal menunggu kesepakatan dari Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. Setelah itu, Pemprov baru bisa mencarikan pihak kontraktor yang sanggup mengerjakan skybridge ini dengan target selesai akhir tahun 2018.

 

Baca Juga

Berikan Komentar Anda