Jakarta > Ekonomi Bisnis

Siap-siap Saham HT dan Sandiaga Bakal Meroket

Kamis, 20 April 2017 10:18 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Sumber : Kompas.com

 Ilustrasi grafik saham.
Ilustrasi grafik saham.
Foto : istimewa

Share this





Penghitungan cepat Pilkada DKI 2017 juga mempengaruhi pangsa bursa saham. Diprediksi saham Hary Tanoe (HT) dan Sandiaga Uno bakal meroket.

JAKARTA – Penghitungan sementara hasil hitung cepat Pilkada DKI Jakarta 2017 Putaran II telah menunjukkan paslon nomor urut tiga Anie-Sandi unggul. Hasil tersebut ternyata turut mengguncang bursa saham di Indonesia. Apalagi, hadirnya taipan Hary Tanoe (HT) di tengah Timses Anies-Sandi diprediksi bakal membuat sahamnya dan Sandiaga melambung tinggi seperti roket.

Sebab, sebelumnya saham HT telah meroket sejak kisah kemenangan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, pada November 2016 lalu. Saat itu, enam saham HT melesat tinggi.

Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang mengakui kemenangan Anies-Sandi telah diprediksi dan terpenting bagi pelaku pasar adalah proses pemilihan umum berjalan lancar.

“Dilihat secara fundamental keuangan dan likuiditas, saham-saham MNC Group yang berpeluang naik di antaranya MNCN, BMTR,BHIT, KPIG dan BCAP,” kata Edwin di Jakarta, Kamis (20/4/2017).

Pada penutupan perdagangan Selasa (18/4/2017) lalu, harga saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) tercatat sebesar 1.720 per lembar saham dengan kapitalisasi pasar senilai Rp 24,55 triliun.

Baca : Di TPS 88 Cengkareng Timur, Ahok-Djarot ‘Kangkangi’ Anies-Sandi

Sementara, harga saham  PT Global Mediacom Tbk (BMTR) tercatat sebesar 510 per lembar saham dengan kapitalisasi pasar senilai Rp 7,24 triliun. Kenaikan juga diperkirkan akan terjadi pada saham PT MNC Investama Tbk (BHIT), PT MNC Land Tbk (KPIG), serta PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP).

Adapun harga saham BHIT, KPIG dan BCAP pada penutupan perdagangan Selasa lalu masing-masing sebesar 122 per lembar saham, 1.445 per lembar saham, dan 1.580 per lembar saham, dengan kapitalisasi pasar masing-masing Rp 5,86 triliun, Rp 9,96 triliun, dan Rp 8,65 triliun.

“Saya perkirakan saham-saham MNC dan Saratoga Group berpeluang naik. Walaupun dikatakan (kemarin) Pak Sandi melepas (jual saham) tetapi paling sedikit secara psikologis akan berdampa,”katanya.

Beberapa waktu lalu,  Sandiaga menjual 39,62 juta saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), atau setara 1,46 persen dari total saham beredar sebanyak 2,71  miliar. Sebelumnya, ia memiliki 29,25 persen dari total saham yang beredar.

Sejak akhir pekan lalu, saham SRTG terus melambung dan berakhir di angka 3.600 per lembar pada penutupan Selasa (18/4) dengan kapitalisasi hingga Rp 9,77 triliun.