-->
Jakarta > Ekonomi Bisnis

Pertumbuhan Angkutan Udara pada Momen Lebaran Capai 9 Persen

Kamis, 10 Mei 2018 02:45 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Yatti Febriningsih

menhub
Menhub Budi Karya menyampaikan hasil evaluasi tiga paket kebijakan penanganan macet tol Jakarta-Cikampek di Bekasi, Jawa Barat, Minggu (18/3/2018).
Foto : Leny Kurniawati

Share this








Menhub sudah mengantisipasi pertumbuhan angkutan udara pada momen Lebaran dengan sejumlah cara.

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi pertumbuhan angkutan udara pada masa Angkutan Lebaran Tahun 2018 akan mengalami kenaikan melebihi 9 persen. Pasalnya, angkutan udara dalam beberapa tahun terakhir kerap menjadi angkutan favorit para pelancong. Terlebih, saat musim Lebaran.

“Angkutan udara unggulan karena memang pertumbuhan tahun lalu itu 8,4 persen. Kita lihat daya beli masyarakat juga sudah membaik. Karenanya tahun ini kita perkirakan pertumbuhan angkutan udara paling tinggi yakni melebihi 9 persen,” urai Menhub dalam keterangan tertulis yang diterima Infonitas.com, Rabu (9/5/2018). 

Guna meningkatkan dan mengantisipasi pertumbuhan tersebut, Menhub sudah memiliki langkah jitu. Antara lain, dengan menambah slot, penggunaan pesawat berbadan lebar untuk tujuan tertentu, mengoperasikan bandara hingga pukul 24.00 malam, dan rampcheck terhadap semua pesawat udara.

“Tahun ini, kita dorong juga pertumbuhan angkutan udara karena mereka akan mengambil porsi yang relatif besar dibandingkan yang lain,” tambah Menhub.

Untuk di moda lain, Menhub menyebut angkutan laut akan mengalami kenaikan 2 persen, angkutan kereta api 2 persen, sedangkan angkutan darat terutama mobil dan sepeda motor peningkatan terbesar, 16 persen untuk mobil dan 33 persen sepeda motor.

“Mudik tiap tahun mengalami peningkatan, karena infrastruktur yang dibangun pemerintah sudah lebih baik. Jadi, dengan jalan tol yang sudah jadi dan perekenomian relatif baik, pertumbuhan akan seperti tahun lalu. Oleh karenanya, kita harus mengantisipasi dan mempersiapkan lebih baik,” pungkasnya. 

    -->