Jakarta > Ekonomi Bisnis

Pengusaha Angkutan Rugi Ratusan Miliar Jika Aturan Ini Diberlakukan

Rabu, 22 November 2017 14:30 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Sumber : DBS

Ilustrasi Pelabuhan Tanjung Priok
Ilustrasi Pelabuhan Tanjung Priok
Foto : istimewa

Share this








Kebijakan pemerintah terkait pelarangan operasional truk saat Natal dan Tahun Baru dapat menyebabkan pengusaha Angkutan rugi ratusan miliar..

JAKARTA – Angkutan khusus pelabuhan (Angsuspel) Organda Provinsi DKI Jakarta menolak kebijakan pelarangan atau pembatasan operasional truk barang pada Natal dan Tahun Baru 2018. Sebab, pada tahun lalu, pengusaha truk menderita kerugian mencapai ratusan miliar rupiah, efek dari aturan tersebut.

Untuk diketahui, pada tahun-tahun sebelum menjelang Natal dan Tahun Baru, angkutan petikemas dan angkutan barang lainnya akan dilarang melintas di ruas tol serta jalan ekonomi yang akan dilalui para pemudik. Pada bulan Desember hingga awal tahun terdapat empat hari libur yang sudah ditetapkan pemerintah sesuai kalender nasional yakni pada 25-26 Desember 2017, kemudian 31 Desember 2017 dan pada 1 Januari 2018.

Ketua DPU Angsuspel Organda DKI Jakarta Hally Hanafiah mengatakan, belajar pengalaman tahun sebelumnya tidak efektif menekan kemacetan, bahkan merugikan aktivitas ekonomi nasional. Kerugian itu, belum termasuk kerugian dari pihak produksi barang (pabrik) dikarenakan tertundanya pengiriman produksi.

“Kami menolak rencana pembatasan truk itu dikarenakan sangat mempengaruhi distribusi logistik dari pelabuhan Priok ke wilayah tujuan, apalagi kita ketahui di saat inilah high season barang, menjadi momentum untuk mengejar target delivery hingga pengujung tahun 2017,” ujarnya Hally, dikutip dari poskotanews.com pada Rabu (22/11/2017).

Untuk itu, ia berharap angkutan barang jangan menjadi korban dan kambing hitam sebagai biang kemacetan pada Natal dan Tahun Baru.