Kamis, 24 Mei 2018 10:14:00
Editor : Wahyu AH | Reporter : Yatti Febriningsih
Pedagang ayam potong di Pasar Ciputat.
Pedagang ayam potong di Pasar Ciputat.
Foto : Handrian
 

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemrov)  DKI Jakarta sudah mempersiapkan pasokan pangan selama Ramadan. Namun, harga pangan khususnya di Jakarta tetap naik. Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyebut salah satu alasannya ialah dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar US belakangan ini 

Contoh pangan yang terdampak seperti ayam potong. Bahkan, harga tempe dan tahu juga mulai ikut merangkak naik karena bahan baku kacang kedelainya masih impor.

“Kedaulatan pangan di Ibu Kota sekarang agak naik ya harga-harga. Walaupun di luar kendali kami karena dollarnya naik. Dollar sudah Rp 14.200, secara otomatis harga ayam dan harga rekomoditas yang bergantung kepada dollar ikut naik,“ Sandiaga di Balaikota, Jakarta, Rabu (23/5/2018).

Meski mengalami kenaikan, Sandiaga memastikan pasokan ayam potong tetap tersedia. Pemprov juga akan terus berkoordinasi intensif dengan Kementerian Perdagangan (Kemendagri) untuk memastikannya.

“Kita pantau terus. Tadi kalau teman-teman lihat di info pangan Jakarta, udah masuk ke kategori kuning dan merah. Berarti kita harus gelontorkan lagi. Harga ayam ini yang terdampak langsung karena dollarnya meningkat,” pungkasnya. 

Baca Juga

Berikan Komentar Anda