Jakarta > Ekonomi Bisnis

Jelang Akhir Libur Lebaran, Stasiun KCI Alami Peningkatan

Kamis, 21 Juni 2018 13:45 WIB
Editor : Ichwan Hasanudin | Reporter : Yatti Febriningsih

KRL Commuterline Jabodetabek
KRL Commuterline Jabodetabek
Foto : Rendy MR

Share this








Libur Lebaran membuat sejumlah stasiun Kereta Commuter Indonesia (KCI) mengalami peningkatan jumlah penumpang yang ingin berwisata.

JAKARTA - Selama masa libur Lebaran 2018 peningkatan terjadi di sejumlah stasiun Kereta Commuter Indonesia (KCI). VP Komunikasi PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Eva Chairunisa mengatakan kepadatan pada terjadi pada hari libur normal seperti Sabtu dan Minggu.

“Peningkatan jumlah pengguna KRL utamanya terpantau di tujuh stasiun yang setiap tahunnya memang kerap dipadati pengguna pada musim libur Lebaran,” ungkap Eva dalam keterangan tertulis yang diterima Infonitas.com, Kamis (21/6/2018).

Ketujuh stasiun itu kata Eva yaitu pada Stasiun Bogor yang terpantau jumlah pengguna naik sekitar 7,9 persen dengan volume tertinggi sejauh ini pada tanggal 17 Juni sebesar 122.019 penumpang.

Sementara di Stasiun Jakarta Kota, jumlah pengguna terlihat meningkat 34 persen dengan volume tertinggi sejauh ini pada tanggal 17 Juni sejumlah 105.372 penumpang.

“Stasiun Cikarang yang pada masa libur Lebaran tahun lalu belum melayani KRL. Pada liburan kali ini melayani rata-rata 16.971 pengguna tiap harinya. Jumlah pengguna terpadat di Stasiun Cikarang pada masa Lebaran kali ini tercatat 19.117 di tanggal 17 Juni,” papar Eva.

Eva menambahkan, sejumlah stasiun lain juga mencatat trend positif dalam hal jumlah pengguna yang dapat dilayani. “Stasiun-stasiun tersebut adalah Bekasi meningkat 34 persen dibanding hari libur biasa, Rangkasbitung 6,3 persen, dan Tanah Abang 6,8 persen,” lanjutnya.

Eva menyenut, jumlah pengguna yang meningkat di sejumlah stasiun ini diperkirakan masih akan berlanjut meskipun masa cuti bersama selesai pada 20 Juni.

PT KCI memperkirakan kepadatan masih akan berlangsung hingga akhir pekan ini karena siswa sekolah masih dalam masa liburan, dan adanya kalangan karyawan serta pelaku ekonomi lainnya yang mengambil masa cuti lebih panjang.