Jakarta > Ekonomi Bisnis

Info Komuter

Groundbreaking MRT Fase II Terancam Batal

Selasa, 30 Januari 2018 11:12 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Yatti Febriningsih

Dirut PT MRT Jakarta William P. Sabandar
Dirut PT MRT Jakarta William P. Sabandar
Foto : Yatti Febriningsih

Share this








Groundreaking MRT Fase II Bunderan HI-Kampung Bandan terancam batal karena JICA tidak menandatangani perjanjian terkait pinjaman pembiayaan pembangunan.

JAKARTA – Rencana groundbreaking atau peletakkan batu pertama Mass Rapid Transit (MRT) Fase II Bunderan HI-Kampung Bandan terancam batal. Penyebabnya, pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) selaku investor tidak menandatangani perjanjian pinjaman.

"Kalau loan agreementnya tidak ditandatangani sekitar bulan April maka kita terancam untuk tidak bisa melaksanakan ground breaking fase 2 tahun ini," ujar William dalam acara Forum Jurnalis dan Blogger MRT Jakarta, Di Metro Cafe, Jakarta Selatan, Senin (29/1/2018).

William menambahkan anggaran pembangunan MRT Fase II ini nantinya akan dimasukkan ke dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBD) 2019 yang dirumuskan pada periode April hingga Mei 2018. Oleh karena itu, William berharap ada segera kepastian dana agar groundbreaking MRT Fase II bisa dikerjakan akhir 2018 mendatang.

“Target kita memastikan bahwa loan agreement dengan Jepang ditandatangani, sehingga bisa diadministrasikan dalam RAPBN 2018, itu adalah prioritas kami," lanjutnya.

Sebagai Informasi, pembangunan MRT Fase II ini direncakan memahlai pembangunan sebelum MRT Fase I rampung pada Maret 2019 mendatang. Selanjutnya, MRT Fase II yangvseluruhnya akn dibuat dengan konsep underground (bawah tanah) sepanjang 8,1 kilometer ini akan menelan biaya hingga 199 miliar yen, naik dari biaya awal 133 miliar yen.