Jakarta > Ekonomi Bisnis

Eks Pasar Blora Jadi Sasaran Pertama Pembangunan TOD Dukuh Atas

Rabu, 17 Januari 2018 10:04 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Yatti Febriningsih

 eks Pasar Blora
Kawasan eks Pasar Blora
Foto : istimewa

Share this








Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas akan dimulai dengan membangun eks Pasar Blora, Menteng.

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemron) DKI Jakarta mantap akan mencanangkan Transit Oriented Development (TOD) di kawasan Dukuh atas pada akhir Januari 2018. Tahap pertama yang akan dilakukan ialah dengan membangun eks Pasar Blora, Menteng, Jakarta Pusat. 

“Pertama, transitnya akan dibangun kawasan transit rekomendasi masterplan, yakni pembangunan transit plaza di daerah eks Pasar Blora, di depan stasiun kereta. Itu yang akan sekaligus menjadi pencanangan,” ujar Direktur Utama PT MRT Jakarta William P. Sabandar di Balai kota, Jakarta, Selasa (16/1/2017) 

William melanjutkan untuk jangka panjang, pihak PT Mass Rappid Transit (MRT) Jakarta juga akan membangun pendestrian di kawasan tersebut. Tujuannya, mempermudah interkoneksi antar transportasi bagi pejalan kaki kedepannya. 

“MRT akan mulai kegiatan pedestrianisasi di Pasar Blora,  kemudian Jalan Kendal dan sebagian Jalan Tanjung Karang. Ini menghubungkan jalur di kawasan Taman Dukuh Atas. Jadi, nanti Taman Dukuh Atas itu akan ditata karena itu adalah stasiun MRT kita. Rencananya akan selesai sebelum Agustus. Sudah kita tata jadi kawasan taman,” jelasnya. 

Dengan penataan pendestrian itu tentu akan membuat interkoneksi dari TOD Dukuh Atas berjalan sesuai harapan. Sejauh ini, tambah William, pihaknya tengah berkoordinasi lebih lanjut dengan instansi lain, dalam hal ini ialah Pasar Jaya. 

“Jadi nanti interkoneksi antara taman Dukuh Atas. Begitu ada railink,  kemudian jalan Kendal yang berhubungan dengan kereta api, holding B nya TJ (Transjakarta). Kemudian ada plaza yang akan kita bangun, bangunan yang berkolaborasi dengan PD Pasar Jaya. Jadi, akan ada penandatanganan kesepakatan kerjasama dengan mereka untuk pembangunan eks Pasar Blora,” tuturnya.

Sekadar informasi, Tingginya mobilitas masyarakat urban seperti di Jakarta menuntut sistem dan infrastruktur transportasi yang dapat mengakomodir pergerakan dan penyediaan kebutuhan penunjang dalam waktu yang bersamaan. Lokasi kerja dan aktivitas sehari-hari yang relatif jauh dari permukiman yang rentan beririsan dengan masalah kemacetan membuat masyarakat Ibu Kota perlu mendapatkan pilihan baru untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.

Persoalan tersebut mendorong PT MRT Jakarta mengembangkan konsep kawasan transit terpadu atau transit oriented development di beberapa kawasan stasiun yang ada di fase 1 koridor Selatan – Utara. 

Transit Oriented Development (TOD) merupakan area perkotaan yang dirancang untuk memadukan fungsi transit dengan manusia, kegiatan, bangunan, dan ruang publik, dengan tujuan mengoptimalkan akses terhadap transportasi publik sehingga dapat menunjang daya angkut penumpang.