-->
Jakarta > Ekonomi Bisnis

Dulu Tidak Boleh, Kini Warga Bisa Buka Usaha di Rumah

Jumat, 04 Mei 2018 15:34 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter :

Ilustrasi Usaha Rumahan (Ist)
Ilustrasi Usaha Rumahan (Ist)
Foto : istimewa

Share this








Pemprov DKI mengizinkan melakukan kegiatan usaha di rumah. Perda Nomor 1 Tahun 2014 tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi akan direvisi.

JAKARTA – Jupan Royter Tampubolon semasa menjadi camat Kelapa Gading sempat menekankan bahwa tidak boleh mencampur adukkan tata ruang. Wilayah yang notabene sebagai pemukiman tidak boleh dijadikan tempat usaha. Begitupun sebaliknya.

Ini dilakukan agar tidak terjadi kepadatan, terutama lalu lintas di Kelapa Gading. Pasalnya, bila kawasan pemukiman menjadi tempat berbisnis, kawasan tersebut bakal ramai. Belum lagi, bila bisnisnya laku.

Namun, seiring waktu dan pergantian kepemimpinan, aturan tersebut mulai luntur. Kini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno justru mengizinkan melakukan kegiatan usaha di rumah.

Namun, hanya yang berskala Mikro dan Kecil.  Bukan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar.

Itu tertuang dalam Pergub Nomor 30 Tahun 2018 tentang Izin Usaha Mikro dan Kecil (UMK). Syaratnya, mereka harus mengantongi izin UMK.

Menurut Sandiaga, dasarnya adalah keluhan warga yang merasa sulit memperoleh izin usaha karena tak sesuai zonasi. “Tentu kami dorong warga untuk berinovasi. Apple, Nike, Microsoft saja mulainya dari rumah. Nanti, kita akan revisi Perda Nomor 1 Tahun 2014 tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi (RDTR dan PZ),” tuturnya.

    -->