Jakarta > Ekonomi Bisnis

DPRD DKI Akan Bentuk Pansus Pembangunan LRT Fase II

Senin, 16 April 2018 17:48 WIB
Editor : Ichwan Hasanudin | Reporter : Yatti Febriningsih

Soal HMP, Ketua DPRD DKI: Posisi Saya Harus di Tengah
Gedung DPRD DKI Jakarta di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.
Foto :

Share this








Pembentukan pansus proyek Light Rail Transit (LRT) atau kereta api ringan fase II bertujuan untuk meminimalisir pengeluaran anggaran proyek LRT fase II.

JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta berencana akan membentuk panitia khusus (pansus) untuk proyek Light Rail Transit (LRT) atau kereta api ringan fase II (Rawamangun - Dukuh Atas). Pembentukan pansus LRT itu maksud untuk meminimalisir pengeluaran anggaran proyek LRT fase II nantinya.

"Memang ada rencana DPRD, beberapa kawan untuk mengusulkan adanya pansus LRT. Kenapa? karena kan mau dibangun fase kedua. Kami melihat bahwa di fase pertama rasanya telalu mahal dibanding dengan LRT yang lain," kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik di Balai Kota, Jakarta, Senin (16/4/2018).

Taufik melanjutkan pansus LRT ini diharapkan bisa mengecurutkan anggaran. Ini lantaran pada Fase II akan menggunakan anggaran yang didapat dari warga Jakarta.

"Itu bisa aja untuk memberikan panduan kepada pemda bahwa pada pembangunan fase kedua mesti begini, mesti begini begitu loh," katanya.

Keberadaan pansus ini juga sudah berdasarkan perbandingan soal pengeluaran anggaran LRT fase I dengan LRT fase II menghabiskan anggaran berapa banyak.

Ke depannya rencananya itu perlu didiskusikan lebih lanjut lagi dan diharapkan dengan adanya pansus ini bisa meminimalisir pengeluaran anggaran pembangunan LRT Jakarta.

“Kita juga bandingannya, LRT yang di atas, Cibubur, sama juga di bawah harganya sangat jauh. Ini kan satu koma lebih ini. Setiap satu kilometer, di tempat luar kota itu yang di atas cuman 600 an. Jadi saya kira perlu lah ada diskusi panjang," ungkap Taufik.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno senada dengan Taufik untuk mendukung terbentukkan pansus LRT dan dipastikan pansus itu akan berjalan secara terbuka serta transparan.

"Akan pastikan tidak ada yang ditutup-tutupi, tudak ada yang kita rekayasa," imbuhnya, Jakarta, Senin (16/4/2018).