Jakarta > Ekonomi Bisnis

Dirut Transjakarta Bantah Royaltrans Sepi Peminat

Rabu, 14 Maret 2018 09:33 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Yatti Febriningsih

Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Budi Kaliwono
Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Budi Kaliwono
Foto : Yatti Febriningsih

Share this








Dirut Transjakarta berasumsi bus Royaltrans baru satu hari beroperasi. Belum bisa menjadi cerminan dikatakan sepi peminat atau tidak.

JAKARTA - Direktur Utama PT Transportasi Jakarta, Budi Kaliwono membantah bila disebut bus Royaltrans sepi peminat. Menurut dia, belum ada tolak ukur yang pasti.

“Nggak (sepi peminay). Itu kan hari pertama. Jadi pasti jalan baik kok, pada hari pertama belum bisa jadi cerminan. Yang pasti kan tol lebih lengang, artinya banyak pengguna jalan tol beralih ke jalan lain, jadi macet. Yang pasti menjadi pilihan juga,” ujar Budi di Balai kota, Jakarta, Selasa (13/2/2018). 

Saat ini, pihak PT Transjakarta juga terus melakukan sosialisasi. Tidak hanya petugas TJ, sosialisasi ini juga ikut digerakkan oleh intansi

lainnya seperti pihak kepolisian dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ). 

“Kepala BPTJ sudah turun tangan langsung ke tol, kemaren Pak Menteri datang, Pak Kapolri datang, Pak Korlantas datang, Pak Dishub datang, pejabat datang itu promosi bagus juga. Saya yakin aturan main ganjil genap bisa jadi promosi tersendiri untuk premium bus kita dan posisi terutama di Bekasi Barat itu kan sangat eye catching,” paparnya. 

Saat ini, baru tersedia 20 unit bus Royaltrans. Masyarakat bisa menikmati bus premium yang didominasi warna ungu ini dengan tarif Rp20 ribu. 

“Minimal satu mobil kan seatnya 30 ya, target kita sekali jalan 25 penumpang satu trip minimal. Karena kan kemacetan pagi di tol bisa lebih baik,” imbuhnya. 

Untuk diketahui, bus royaltrans merupakan bus premium yang menyediakan berbagai fasilitas seperti Air Conditioner (AC), CCTV, TV LED, USB Port, dan bangku menghadap depan yang bisa diatur. Bus ini dioperasikan sebagai bentuk dukungan Pemerintah Provinsi (Pemrov) DKI Jakarta untuk mensukseskan paket kebijakan pemerintah dalam rangka mengurangi kemacetan di ruas tol Jakarta - Cikampek.