Jakarta > Ekonomi Bisnis

Begini Tanggapan Dishub Soal Rekomendasi Tanah Abang dari Ditlantas

Rabu, 14 Februari 2018 18:34 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Yatti Febriningsih

Tenda Pedagang di Tanah Abang
Tenda Pedagang di Tanah Abang
Foto : Yatti Febriningsih

Share this








Dishub belum menjelaskan detail soal jawaban dari surat rekomendasi Ditlantas.

JAKARTA - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya sudah mengirimkan surat rekomendasi kepada Pemprov DKI Jakarta terkait penataan kawasan Pasar Tanah Abang khususnya penggunaan ruas Jalan Jati Baru untuk lapak Pedagang Kaki Lima (PKL).

Namun, sudah lebih dari dua pekan, belum ada tanda balasan dari Pemprov DKI Jakarta khususnya Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno.

Menyikapi surat rekomendasi itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah mengungkapkan jawabannya. Andri menegaskan jika penataan kawasan Tanah Abang saat ini hanya bersifat sementara. Dia juga belum bisa memberikan jawaban dan keputusan dalam jangka waktu yang cepat. 

“Terkait dengan saran dan masukan tentunya kita bahas dan kita apresiasi. tetapi yang sekarang dilakukan di kawasan Tanah Abang adalah satu bentuk rekayasa yang harus diambil Pemprov," ujar Andri di Balai Kota, Jakarta, Rabu (14/2/2018).

“Saat ini kebijakan pembukaan kembali option tersebut (pembukaan jalan Jati Baru, belum bisa akomodir dan ini sudah kita sampaikan juga ke Dirlantas," tukasnya. 

Selain itu, Andri juga mengomentari soal usulan Ditlantas Polda Metro Jaya terkait usulan penerapan ganjil genap untuk sepeda motor di kawasan Sudirman - Thamrin. Andri menegaskan itu juga sudah disampaikan kepada jajaran Ditlantas Polda Metro Jaya. 

“Sudah dijelaskan ke Dirlantas kalaupun kebijakan yang dilaksanakan saat ini, hanyalah kebijakan sementara. Sistem ganjil-genap kan polisi juga sama-sama tahu load factor-nya terlalu banyak apalagi mendasarkan hanya kepada visual oleh petugas," ungkapnya.