Jakarta > Ekonomi Bisnis

Begini Skema Lelang Investasi ERP dari Pemprov DKI

Jumat, 09 Februari 2018 10:59 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Yatti Febriningsih

Sejumlah kendaraan melintasi gerbang jalan berbayar atau Electronic Road Priecing (ERP) yang terdapat di Jalan Sudirman, Jakarta.
Sejumlah kendaraan melintasi gerbang jalan berbayar atau Electronic Road Priecing (ERP) yang terdapat di Jalan Sudirman, Jakarta.
Foto : istimewa

Share this








Pemprov DKI menawarkan skema lelang investasi yang tentu menguntungkan baik bagi investor maupun pemprov sendiri.

JAKARTA - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah menyebut akan menggunakan skema lelang investasi untuk proyek jalan berbayar atau Elektronic Road Pricing (ERP). Skema ini dianggap lebih menguntungkan bagi investor dan pemerintah.

"Skema lelang investasi ini bisa dibilang baru. Kelebihannya, pembangunan sarana, prasarana, dan sistem ERP untuk awal menggunakan dana investor jadi tak membebani APBD," ungkap Andri di Balai Kota, Jakarta, Kamis (8/2/2018).

Ada sebanyak 57 perusahaan yang akan mengikuti lelang ERP. Jadwalnya, Oktober sudah menndapatkan nama pemenang. Namun kata Andri, operatornya tidak melibatkan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dan Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ). 

“Kan udah BLUD (Operatornya). Makanya, kami berani lelang sendiri, kami lelang enggak di LKPP atau BPPBJ enggak jalan. Enggak ada yang berani. Kasih kajian barang kita dibilang salah kaga, benar kaga. Pak Gubernur bilang kalau seumpama dari BLUD, berani enggak, nah lelang enggak berisiko lelang investasi. Supaya enggak pakai uang negara,” urainya. 

Namun, saat ditanya lebih lanjut terkait besaran nilai investasi, Andri mengaku belum mengetahui secara pasti. Namun, dia memastikan semua hal detail akan dibeberkan saat proses lelang berlangsung nantinya. 

“Saya enggak tahu ya, yang pasti nanti akan dibuka saat lelang dari dokumen. Kami siapkan lajur, panjang sekian, mobil yang lewat sekian. Mereka survey, mereka nawar, naro duit, bangun. Kita enggak ada risiko,” tukasnya. 

Sebagai informasi, teknologi ERP sudah diuji coba sejak 2014 lalu. Diikuti sejumlah perusahaan teknologi dan telekomunikasi asal Swedia Kapsch dan Qfree asal Norwegia. Namun, sayangya lelang operator ini  tertunda bertahun-tahun sampai melewati empat pergantian Gubernur DKI Jakarta yakni Joko Widodo, Basuki Tjahaja Purnama, Paksana Tugas Gubenur Soni Sumarsono, dan terakkhir Djarot Saiful Hidayat.