Jakarta > Ekonomi Bisnis

Asian Games 2018 Bisa Jadi Ajang Promosi Jakarta

Jumat, 09 Februari 2018 11:30 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Yatti Febriningsih

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Bidang Budaya dan Pariwisata, Agus Suradika melakukan kunjungan ke lokasi pembangunan fasilitas Asian Games 2018 di wilayah kota Jakarta Timur, Rabu (17/1).
Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Bidang Budaya dan Pariwisata, Agus Suradika melakukan kunjungan ke lokasi pembangunan fasilitas Asian Games 2018 di wilayah kota Jakarta Timur, Rabu (17/1).
Foto : Ronald Tanoso

Share this








Sandi ingin mempromosikan Indonesia lewat Asian Games 2018. Satu di antaranya lewat siaran langsung cabang lari maraton.

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemrov) DKI Jakarta ingin perhelatan Asian Games 2018 bisa menjadi ajang promosi Indonesia di kancah internasional. Itu sebabnya, Sandi berencana akan menyiarkan langsung cabang olahraga marathon menggunakan helikopter.

"Kita akan lakukan simulasi untuk jalur marathon yang akan diliput oleh tv secara live pake helikopter dan akan ditonton oleh 200-300 juta penonton di seluruh dunia, jadi kita ingin tampilkan Jakarta yang bisa kita, kita jual," ungkap Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Balai Kota, Jakarta, Jumat (9/2/2018).

Namun, prioritasnya tentu merampungkan pekerjaan rumah terlebih dahulu. Seperti, pembangunan kereta cepat Mass Rappid Transit (MRT) Jakarta dan trotoar di sepanjang jalan Sudirman yang digadang-gadang akan menjadi daya tarik Indonesia bagi dunia nantinya. 

"Rencananya bulan Juni kita sudah ingin jalan. Sudah terbuka di sana dan juga kita inginkan MRT jadi leading sector untuk mempercantik jalan protokol karena disitu kita harapkan banyak sekali lalu lalang daripada atlet official maupun para wisatawan yang datang," ujar Sandi.

Promosi utama yang diinginkan Pemprov dalam Asian Games itu yakni melalui ajang marathon sepanjang 42 kilometer dengan jumlah peserta kelas dunia sebanyak 60 orang. Harapannya jalur yang digunakan bisa menjadi daya tarik bahkan promosi wisata untuk datang ke Jakarta.

"Dengan jalur 42 kilo diperkirakan kita punya 2 setengah jam explosure kepada internasional memperlihat jakarta. Jadi kami harus pastikan jalur itu steril dan clear untuk sekitar 60 pelari kelas dunia," pungkasnya.