Jakarta > Ekonomi Bisnis

Info Komuter

Armada Baru Transjakarta Berbahan Aluminium

Rabu, 14 Februari 2018 11:21 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Yatti Febriningsih

uji cob bus low entry
PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) bersama PT Railink meresmikan uji coba bus low entry di Stasiun Sudirman Baru, Kamis (28/12/2017).
Foto : Yatti Febriningsih

Share this








Armada baru Transjakarta dengan tipe low entry berbahan aluminium. Dengan material tersebut, diharapkan jadi lebih ringan dan dapat hemat bahan bakar.

JAKARTA - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) kini tengah memproduksi bus mode terbarunya tipe low entry di Karoseri Nusantara Gemilang, kudus Jawa Tengah. Menariknya semua bus ini diproduksi dengan material yang terbuat dari jenis Alumunium.

“Bus jenis low entry yang kami buat disini kulitnya dari alumunium. Jadi lebih ringan,” ujar Direktur utama PT Transjakarta, Budi Kaliwono saat kunjungan ke Karoseri Nusantara Grmilang, Kudus, Jawa Tengah, Selasa (13/2/2018).

Budi menekankan, dengan alumunium berat bus nantinya akan lebih ringan saat beroperasi.Kendati begitu, Budi menyebutkan bus dengan komposisi alumunium ini memiliki ketahan yang cukup lama, yakni hingga jangka 17 tahun.

“Dengan terbuat dari alumunium, bus ini akan lebih ringan. Dengan begitu, bisa mengangkut penumpang lebih banyak. Tidak hanya itu dengan jika lebih ringan ini bisa menghemat bahan bakar dan artinya secara tidak langsung akan mengurangi polusi udara,” urai Budi.

Budi mengatakan saat ini ada sebanyak 101 bus yang akan diproduksi di karoseri Nusantara Gemilang ini. Dari sebanyak itu dikatakan Nudi sampai saat ini baru satu bus yang telah jadi prototype dan masih tahap penyempurnaan. Sedangkan, sisanya secara bertahap masih dalam produksi dan diharaokan semuanya bisa selesai sebelum perhelatan Asian Games, Agustus 2018 mendatang.

“Kita mintanya seperti itu (selesai sebelum Asian Games). Selesai tidak selesai, harus. Karena saat MRT nanti, Transjakarta akan jadi feeder,” tegasnya.

Untuk diketahui, selain material yang terbuat dari Alumunium, seluruh bus ini juga menggunakan

sasis dan mesin Mercedes-Benz O 500 U 1726, bodi alumunium, panjang 12 meter dan dapat menanggung berat hingga 17 ribu kilogram. Sedangkan, untuk biay produksi per satu bus berbahan dasar alumunium ini diperkirakan menghabiskan dana sekitar Rp 2,1 miliar.

Sebagai informasi, bus ini nanti bisa mengangkut total 73 penumpang terdiri atas 34 penumpang duduk, 37 penumpang berdiri, dan dua penumpang untuk pengguna kursi roda. Selain itu, bus dilengkapi dengan mesin tapping, dua LCD TV di bagian tengahnya, Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan alat pemecah kaca.