Jumat, 09 Februari 2018 11:09:00
Editor : Wahyu AH | Reporter : Yatti Febriningsih
Ada Pembangunan MRT, Dishub Ubah Rute Penerapan ERP
Mesin ERP di depan gedung Setiabudi One, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan tidak berfungsi.

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: ver2/pagedetail.php

Line Number: 157

Foto :
 

JAKARTA - Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah memutuskan mengubah rute penerapan jalan berbayar atau Electronic Road Pricing (ERP). Ini karena adanya pembangunan kereta cepat Mass Rappid Transit (MRT) Jakarta. 

“MRT Jakarta dijadwalkan sudah beroperasi pada Maret 2019, maka kita selaraskan pembangunan tahap pertama ERP dengan MRT Jakarta. Pembangunan ERP dipercepat untuk dari Bundaran Senayan - Hotel Indonesia (HI) karena itu koridor MRT. Baru HI sampai Merdeka Barat. Rasuna Said tetap, lelangnya bareng. Dua koridor,” urai Andri di Balai kota Jakarta, Kamis (9/2/2018). 

Rencana awal ERP akan diterapkan dalam dua rute: Pertama, Jalan Sudirman. Jalur yang dikenakan ERP mulai dari Jalan Sudirman-Thamrin-Gajah Mada-Hayam Wuruk-Kota. Kedua, Jalan H Rasuna Said, Jakarta Selatan dengan jalur yang dilintasi ERP antara lain Kuningan-Warung Buncit hingga masuk Menteng.

Namun, untuk menyelaraskan dengan MRT Dishub merubah rute awal dengan dua rute baru yakni Bundaran Hotel Indonesia (HI) ke Senayan dan Bunderan HI ke Jalan Medan Merdeka Barat. Penerapan ini juga nantinya akan dibagi menjadi dua tahap. 

“Jadi kita bagi dua tahap. Yang pertama dari bundaran senayan ke bundaran HI, nah ini bisa selaras dengan implementasi ERP. Selanjutnya dari bundaran HI sampai jalan Merdeka Barat. Tapi secara keseluruhan, implementasinya bulan Oktober juga, karena proses pembangunan sekitar 10 bulan sampai 1 tahun,” papar Andri. 

Untuk tarif, Andri mengaku, saat ini, pihaknya belum dapat menentukan secara detail, Namun akan menggunakan tarif  fluktuatif. Dengan kata lain saat jam-jam sibuk tarif ERP ini akan lebih mahal dibandingkan pada jam-jam normal (tidak sibuk). 

“Sampai saat ini belum dapat ditentukan. Tetapi tarif yang akan kita gunakan adalah fluktuatif. Karena ERP tidak semata-mata mendapatkan PAD (pendapatan asli daerah), tetapi memberikan keseimbangan antara volume kendaraan dengan kapasitas jalan,” imbuhnya. 

Baca Juga

Berikan Komentar Anda