Jakarta Kota > Laporan Utama

Pasca Vonis Ahok

Yossi Project Pop : Aksi Bela Ahok Gambaran Kenusantaraan

Sabtu, 13 Mei 2017 10:05 WIB
Editor : Dany Putra | Sumber : DBS

Yossi Project Pop
Pasca Vonis Ahok
Foto : istimewa

Share this








Aksi bela Ahok di berbagai daerah di Indonesia ini sekaligus akan melemahkan paham radikal.

JAKARTA – Aktor sekaligus komedian Yosi ‘Project Pop’ turumemberika dukungannya kepada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan bergabung bersama massa pendukung dan relawan Ahok, di Balai Kota DKI, Sabtu (13/5/2017) pagi.

Yosi mengatakan, fenomena dukung Ahok ini merupakan gambar kenusantaraan. Menurutnya Ahok adalah seorang yang fenomenal. Bahkan aksi ini juga diadakan oleh warga Indonesia di sejumlah negara.

“Aksi ini tidak hanya di Indonesia tapi bangsa Indonesia yang ada di luar Indonesia juga turut larut dalam fenomena ini. Kita rangkul semuanya," ujar pria bernama asli Herman Josis Mokalu, di Balai Kota DKI Jakarta.

Dia melanjutkan, aksi bela Ahok di berbagai daerah di Indonesia ini sekaligus akan melemahkan paham radikal. “Aksi kenusantaraan ini akan melembekan ancaman radikalisme,” tuturnya.

Yossi juga menyampaikan, agar pendukung Ahok tidak membuang energi yang negatif. Para pendukung tidak bokeh menyerang sejumlah pihak yang berbeda pendapat. “Menyerang teman-teman yang berbeda pendapat saat itu. Memilih bukan karena kesadaran yang benar tapi karena diintimidasi," ujarnya.

Saat ini ratusan pendukung Ahok sedang menggelar aksi yang bertajuk 'Kebangkitan Silent Majority' ini dilakukan di seberang Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (13/5/2017). Massa yang berkumpul menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan sejumlah lagu wajib nasional lainnya. Sambil menyanyi ratusan relawan mengacungkan bunga mawar ke langit. Mereka selanjutnya mengucapkan sumpah pemuda.

Bahkan, satu persatu dari massa berorasi bergantian. Mayoritas massa yang mengenakan pakaian hitam juga membawa atribut seperti papan bertuliskan tuntutannya. Tuntutan tersebut antara lain 'Free Ahok' serta 'Justice For Ahok'. Pekikan Allahuakbar juga sesekali menyeruak dari kerumumanan massa.