Jakarta Kota > Laporan Utama

Pemprov DKI Jakarta Berniat Naikkan Tarif Parkir Kendaraan

Selasa, 08 Agustus 2017 14:55 WIB
Editor : Waritsa Asri | Sumber : Dbs

area parkir
Ilustrasi
Foto : istimewa

Share this








Pemprov DKI Jakarta berniat menaikkan tarif parkir kendaran bermotor hingga 10 persen, sebagai usaha mengurangi penggunaan kendaraan

JAKARTA – Rencananya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menaikkan tarif parkir kendaraan bermotor hingga 10 persen di tahun ini. Harapannya, kenaikan tarif parkir bisa mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang berimbas pada kepadatan jalanan.

Sekretaris Daerah Pemprov DKI Jakarta, Saefullah mengungkapkan,kemacetan di sejumlah lokasi di Jakarta semakin parah, ditambah maraknya pengerjaan proyek infrastruktur. Salah satunya, terowongan Matraman-Salemba, serta jalan layang Pancoran.

"Kalau parkirnya murah, orang masih bakal naik kendaraan pribadi. Parkirnya saja dimahalin untuk mobil dan kendaraan bermotor, supaya nanti orang pindah. Tarif parkir kita masih bisa naik sekitar 10 persen dari yang sekarang," terangnya, Senin (7/8/2017).

Tarif parkir on street sebesar Rp5 ribu per jam, sesuai Peraturan Gubernur Nomor 179 Tahun 2013 tentang Tarif Layanan Parkir, para pengendara mobil akan merogoh kocek hingga Rp45 ribu dan Rp50 ribu sehari untuk membayar parkir.

Saat ini, Pemprov DKI Jakarta menerima pendapatan sebesar 20 persen dari retribusi pajak tarif parkir. Apabila dinaikkan, maka Pemprov DKI Jakarta akan menarik pajak dari retribusi tarif parkir menjadi 30 persen.

Tapi untuk perubahan tarif parkir tersebut, sambung Saefullah, Peraturan Daerah nomor 16 Tahun 2010 tentang Pajak Parkir harus direvisi terlebih dahulu.

"Itu perdanya harus diubah. Makanya, tadi saya bilang, segera lakukan kajian. Bahas dengan DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah), karena kalau ingin menaikkan tarif, berarti harus ada aturannya dulu," tutupnya.