Jakarta Kota > Laporan Utama

Ini Cara Menggunakan e-KTP dan Suket untuk Pencoblosan

Minggu, 19 Maret 2017 16:51 WIB
Editor : Waritsa Asri | Reporter : M Nashrudin Albaany

ilustrasi ektp.
Foto : istimewa

Share this





KPU DKI Jakarta mengeluarkan ketentuan teknis penggunaan e-KTP dan suket untuk pencoblosan di TPS, bagi warga yang tak terdata di DPT

JAKARTA – Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta, putaran kedua pada Rabu (19/4/2017). KPU DKI Jakarta telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) Nomor 57/Kpts/KPU-Prov-010/Tahun 2017 tentang pedoman Pilgub DKI Jakarta putaran kedua.

Komisioner KPU DKI Jakarta Bidang Pemutakhiran Data Pemilih, Mochamad Sidik mengatakan dalam SK tersebut, salah satu butirnya menjelaskan tentang teknis penggunaan e-KTP atau surat keterangan (suket) di TPS saat pencoblosan. 

Menurut dia, penggunaan e-KTP atau suket diperbolehkan bagi warga yang mempunyai hak pilih tapi tak terdata di Daftar Pemilih Tetap (DPT).

"Pemilih disarankan untuk membawa Kartu Keluarga (KK), hanya untuk langkah antisipasi jika pemilih meragukan suket yang dibawa ke tempat pemungutan suara (TPS)," katanya di Senayan, Minggu (19/3/2017).

Sidik menjelaskan, ada beberapa ketentuan yang harus diikuti oleh warga yang mencoblos. Pertama, pemilih yang tidak terdaftar dalam DPT dapat menggunakan hak pilihnya dengan menunjukkan e-KTP atau Surat Keterangan Dinas Dukcapil asli.

"Kedua, jika e-KTP atau Suket yang bersangkutan diragukan, petugas KPPS dapat meminta pemilih menunjukkan KK atau identitas lainnya yang menyertakan informasi tentang nama, tanggal lahir, alamat dan foto," lanjut Sidik.

Selain itu, kata dia, petugas KPPS juga harus memastikan bahwa e-KTP atau Suket Dinas Dukcapil sesuai dengan alamat TPS di tingkat RT/RW. Kemudian, pemilih dapat dilayani hak pilihnya sebagai Daftar Pemilih Tetap Tambahan (DPTb) sepanjang surat suara masih tersedia.

"Jika nantinya dalam hal surat suara tidak tersedia, maka petugas KPPS bisa langsung mengarahkan pemilih untuk pindah ke TPS terdekat," pungkasnya.