Jakarta Kota > Laporan Utama

Djarot Curigai Tawuran Johar Baru Pengalihan Masuk Narkoba

Senin, 04 September 2017 10:03 WIB
Editor : Muhammad Saiful Hadi | Reporter : Yatti Febriningsih

Ilustrasi tawuran warga.
Ilustrasi tawuran warga.
Foto : istimewa

Share this








Djarot minta ke kepolisian perketat pengawasan, guna mengurangi kemungkinan pengedaran Narkoba yang merajalela saat tawuran terjadi di Johar Baru.

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat menyebut tawuran di Johar, Jakarta Pusat hanya pengalihan. Djarot mencurigai tawuran tersebut hanya bentuk pengalihan untuk masuknya Narkoba ke daerah tersebut.

"Persoalan ini saya selalu mencurigai ya, tawuran ini modusnya bukan sekedar tawuran. Tapi ada provokasi entah dari siapa. Dimana adanya tawuran narkoba masuk, Ini juga dikaji. Apa akar persoalannya," ujar Djaro di Balai Kota, Jakarta, Senin (3/8/2017).

Dengan adanya kecurigaan ini, Djarot meminta agar pengawasan bisa lebih ditingkatkan lagi. Hal tersebut ditujukan guna mengurangi kemungkinan pengedaran Narkoba merajalela saat tawuran terjadi.

"Mari kita selesaikan apa akar permasalahannya. Saya khawatir akar permasalahannya salah satunya masuknya narkoba. Saya minta tokoh masyarakat setempat unthk tetap menjaga lingkungan, supaya jangan sampai kita lengah lalu narkoba masuk," lanjutnya.

Lebih lanjut, Djarot khawator taeuran terjadi karena minimnya ruang berekspresi bagi masyarakat sekitar. Oleh karenanya, mantan Wali Kota Blitar ini mengatakan gencar membangun Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) diwilayah padat penduduk.

"Akar permasalahannya adalah tidak adanya saluran bagi warga untuk berekspresi, ya kita jawab kita gencar untukbikin RPTRA. Makanya RPTRA akan kita bikin di lingkungan yang padat penduduknya supaya mereka bisa beraktivitas. Johar baru memang dari dulu, beberapa sudah menurun ini mulai kambuh lagi," tandasnya.