Jakarta Kota > Laporan Utama

HUT Ke-72 RI

Bagi Supir Bajaj, Indonesia Masih Belum Merdeka

Minggu, 13 Agustus 2017 21:00 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Yatti Febriningsih

Seorang sopir bajaj Sopyan (35) mengaku bangsa ini masih belum merdeka karena rakyatnya belum sejahtera.
Seorang sopir bajaj Sopyan (35) mengaku bangsa ini masih belum merdeka karena rakyatnya belum sejahtera.
Foto : Yatti Febriningsih

Share this








Rakyat masih harus berhadapan dengan segala macam kesulitan, kemiskinan, dan kesejahteraan. Semua itu jauh dari kata merdeka.

JAKARTA – Sebentar lagi bangsa ini akan merayakan hari kemerdekaannya yang ke 72 tahun. Namun, bagi sebagian orang Indonesia belum memiliki kemerdekaan yang hakiki. Apalagi diusia kemerdekaan yang cukup tua ini seharusnya Indonesia mampu menyejahterakan rakyatnya.

Namun, kenyataan sebaliknya. Rakyat masih harus berhadapan dengan segala macam kesulitan, kemiskinan, dan kesejahteraan. Semua itu jauh dari kata merdeka.

Seperti yang dirasakan seorang sopir bajaj yang biasa beroperasi di Jakarta yang mengaku masih belum merdeka. "Belumlah (merdeka) kita sama sekali belum merasa merdeka," ujar Sopyan (35) salah satu supir Bajaj kepada Infonitas.com dikawasan Monas Jakarta, Minggu (13/8/2017).

Menurut Sopyan pemerintah kurang perhatian terhadap rakyat kecil, hal ini ditandai dengan beragam kenaikan harga pangan bahkan rakyat harus dihadapi dengan kenaikan tarif listrik yang sangat mencekik.

“Apalagi sama sopir bajaj, nggak ada perhatiannya. Bahkan, saya merasa pemerintah berbuat diskriminasi. Bagaimana tidak, sudah wilayah operasional kita dibatasi, online juga semakin berkembang. Belum lagi tidak ada perhatian dari pemerintah untuk nasib supir bajaj seperti kami," terangnya.

Dengan hari kemerdekaan ini, Sopyan berharap nasib rakyat kecil khususnya sopir bajaj kedepannya bisa lebih baik. Apalagi bajaj merupakan salah satu transportasi tua yang menjadi ciri khas di Ibu Kota Jakarta.

"Walalupun transportasi sudah maju. Seenggaknya bajaj kan juga salah satu transportasi tertua. Harusnya dilestrikan, jangan dipinggirkan," tandasnya.