Jakarta Kota > Komunitas

Minimnya Perhatian Pemerintah Terhadap Olahraga Catur

Minggu, 26 Februari 2017 16:45 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Wildan Kusuma

Anak usia dini lomba catur yang diadakan oleh Sekokah Catur Utut Adianto (SCUA), di Mangga Dua Square, Jakarta Utara.
Anak usia dini lomba catur yang diadakan oleh Sekokah Catur Utut Adianto (SCUA), di Mangga Dua Square, Jakarta Utara.
Foto : Wildan Kusuma

Share this





Pemerintah diharapkan memberikan perhatian lebih pada olahraga catur terutama pada anak karena dapat menjadikan mereka berkualitas.

MANGGA DUA – Kepala Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA) Mangga Dua Square, Bambang Subagio mengatakan, perhatian pemerintah terhadap olahraga catur masih sangat kurang. Oleh karena itu dia meminta agar pemerintah bisa memberikan perhatian lebih bagi olahraga catur di Tanahair.

Dia menjelaskan, SCUA berdiri secara mandiri tidak menerima bantuan dari pihak mana pun. SCUA di Indonesia sudah membuka 20 cabang di antaranya, di Bekasi, Mangga 2 Square Jakarta Utara, dan Mall Artha Gading Jakarta Utara. Menurut Bambang, SCUA menjadi wadah untuk membuat anak di Indonesia agar menggemari olahraga catur dan menjadikan mereka berkualitas.

"Saya membina sekolah ini secara pribadi. Saya melakukan ini agar cara berfikir anak - anak itu lebih berkualitas. Secara keseluruhan SCUA ini dananya keluar dari biaya saya sendiri. Ya karena saya suka melakukan hal ini, tidak jadi masalah buat saya," ujar Bambang Subagio kepada Infonitas.com, Minggu (26/2/2017).

Selain itu, Bambang berharap agar pemerintah bisa memperhatikan SCUA terutama kepada murid yang ikut bersekolah. Menurutnya, hal itu bisa membuat murid dan para orang tua semakin paham terhadap pentingnya olahraga catur untuk anak.

"Saya berharap pemerintah itu memperhatikan kami. Kami sudah membawa murid menjadi juara di luar negeri. Olahraga catur ini kan kurang diminati, itu sebabnya sponsor juga jarang ada yang mau berkontribusi," katanya.