Jakarta Kota > Hiburan

Kota Tua Dilengkapi CCTV

Senin, 05 Desember 2016 13:37 WIB
Editor : | Reporter : Adi Wijaya

Kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.
Kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.

Share this





Saat ini baru 4 CCTV yang terpasang, nantinya akan terus ditambah.

TAMANSARI – Kawasan Kota Tua telah dilengkapi 4 Closed Circuit Television (CCTV). Terpasang di sekitar Kafe Batavia, Museum Sejarah, Kantor Imigrasi, dan Jalan Kunir.

"Kamera dipasang sejak akhir November lalu. Tujuannya sebagai pengawasan, mempermudah pengungkapan kasus jika terjadi tindak kriminalitas," tutur Kepala Unit Pengelola Kawasan Kota Tua, Novriadi S Husodo, saat ditemui di kawasan Taman Fatahillah, Taman Sari, Jakarta Barat, Senin (5/11/2016).

Novriadi berharap, keberadaan CCTV dapat menekan angka kriminalisasi.  Terutama, saat akhir pekan, kerap terjadi pencopetan. Banyak juga remaja yang mabuk-mabukkan di area museum.

“Jika efektif, kemungkinan CCTV akan ditambah. Saat ini, letak persisnya kami tidak bisa memberitahu,” pungkasnya.







Jakarta Kota > Hiburan

Hasil Penjualan Aplikasi iDiscover Didonasikan Ke Komunitas

Sabtu, 04 Februari 2017 23:05 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Wildan Kusuma

Kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.
Kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.

Share this





Mengunduh aplikasi navigasi Kota Tua dan Glodok membayar 1,99 dollar.

TAMANSARI – Guna menjaga kelestarian sejarah bagi para wisatawan yang berkunjung ke area wisata Kota Tua dan Glodok. Komunitas Sunda Kelapa Heritage mengembangkan navigasi jelajahi seluruh area yang berada di sekitar dua wisata sejarah tersebut.

Navigasi iDiscoveri diluncurkan secara berbayar dan dapat diunduh di handphone android maupun iphone.Untuk memiliki aplikasi navigasi dengan lima fitur ini harus rela mengeluarkan uang sebesar 1,99 Dollar atau setara Rp 25.870 jika kurs Dollar terhadap Rupiah sebesar Rp 13.000,.

Ketua Badan Pusaka Pelestarian Indonesia (BPPI), Catrini Kubontubuh, mengatakan hasil dari aplikasi berbayar ini akan didonasikan kepada komunitas yang telah membantu proses pembuatan aplikasi tersebut.

"Aplikasi itu memang bayar, tapi itu untuk donasi ke komunitas yang sudah membantu kami. Memang tidak besar, tapi kami mencoba untuk membantu para komunitas itu, walaupun dengan dana yang tidak besar," jelasnya.

Sementara itu,pendiri iDiscover, Ester van Steekelenburg, menjelaskan aplikasi ini dibuat untuk mengembangkan minat bagi para pelancong agar bisa menjaga tempat bersejarah khususnya di Kota Tua dan Glodok. Pembuatannya pun tidak terlalu singkat, yakni dalam waktu tiga bulan.

"Kami sangat merasakan hal yang berbeda dan menyenangkan selama proses pembuatan. Kami ingin aplikasi ini bisa memberi kesadaran orang-orang untuk melestarikan kearifan lokal yang dimiliki," ujar Ester kepada wartawan di peluncuran aplikasi iDiscover Kota Tua dan Glodok Map, Sabtu (4/2/2017).

Ester nenambahkan, pembuatan aplikasi ini juga bekerja sama dengan berbagai pihak seperti, Komunitas Sunda Kelapa Heritage (SKH) dan warga setempat. "Aplikasi ini juga diharapkan bisa nemberikan fasilitas kepada semua orang agar bisa merasakan  dan melihat denyut kota yang sesungguhnya. Selain itu, kami berharap para pelancong bisa merasakan sama seperti warga setempat rasakan," lanjutnya.

Untuk diketahui, iDiscover Kota Tua dan Glodok Map ini merupakan konten dari iDiscover City Walks App & Map yang dinaungi perusahaan sosial, Urban Discovery, Hongkong. Urban Discovery tersebut memang bergerak di bidang sosial untuk melestarikan tradisi budaya di Asia.

Terdapat 5 segmen atau konten yang berada di dalam aplikasi iDiscover Kota Tua dan Glodok Map yaitu, iSee, iDrink, iEat, iShop, dan iSurprise. Ada hal yang unik dari iSurprise. Konten tersebut mengungkap rahasia dari Kota Tua dan Glodok.

Segmen iSurprise akan memberitahu mengenai hal yang jarang diketahui orang. Informasi itu akan tentunya dapat dari data yang dapat dipertanggungjawabkan.







Jakarta Kota > Hiburan

Jelajahi Kota Tua dengan iDiscover

Sabtu, 04 Februari 2017 15:08 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Wildan Kusuma

Ilustrasi Aplikasi Media Sosial
Ilustrasi Aplikasi Media Sosial

Share this





Aplikasi ini untuk mempermudah wisatawan asing atau lokal.

TAMANSARI – Pelesir ke Kota Tua tidak perlu risau lagi untuk menikmati fasilitas yang tersedia. Pasalnya, ikon tempat bersejarah Ibukota ini dapat ditelusuri melalui aplikasi iDiscover.

iDiscover merupakan peta wilayah Kota Tua dan Glodok yang dapat dimanfaatkan pengunjung wisata sejarah disana. Aplikasi ini diluncurkan oleh Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) bekerja sama dengan iDiscover City Walks.

Untuk diketahui, iDiscover City Walks adalah aplikasi perjalanan yang menyuguhkan informasi tentang tempat menarik di suatu lokasi tertentu. Tentunya, itu akan mempermudah wisatawan asing atau lokal dalam melakukan perjalanan.

Kota Tua dan Pecinan dinilai memiliki pesona dan daya tarik yang memikat, karena banyak tempat dan bangunan yang berdimensi Pusaka Indonesia (Indonesian Heritage). Untuk itu, peluncuran aplikasi tersebut digelar di Kapal Phinisi Atia Mulia Indah, Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Barat, Sabtu (4/2/2017).

"Pelabuhan sunda kelapa adalah cikal bakal Jakarta yang dikembangkan sejak zaman kerjaan Sunda Pajajaran. Selain itu juga merupakan zona pertama Kota Tua Jakarta, sehingga menurut kami pelabuhan pusaka ini cocok untuk dijadikan titik awal pengenalan aplikasi jelajah Kota Tua di Jakarta" ujar PIC Sunda Kelapa Heritage, Dessy Sekar Chamdi, kepada Infonitas.com, Sabtu (4/2/2017).

Melalui aplikasi ini, penggunanya dapat menemukan 20-30 tempat bersejarah terdekat yang dapat diakses dengan berjalan kaki. Untuk memudahkan navigasi dan pemilihan lokasi, iDiscover dibagi menjadi 5 konten yaitu, iSee, iDrink, iEat, iShop dan iSurprise.