Jakarta Kota > Bisnis

Jangan Asal Memilih Bisnis Waralaba

Jumat, 02 Desember 2016 16:04 WIB
Editor : | Sumber : DBS

Ceremony Franchise & Startup Business Market Leader di XXI Lounge Theater Mall Kelapa Gading, Selasa (11/10/2016).
Ceremony Franchise & Startup Business Market Leader di XXI Lounge Theater Mall Kelapa Gading, Selasa (11/10/2016).
Foto : Muhammad Azzam

Share this








Meski mudah, tidak semua bisnis waralaba bisa dijalankan dengan sukses. Franchisee harus teliti memilih franchisornya.

JAKARTA – Ingin memulai bisnis dengan cara mudah, pilihlah bisnis waralaba dengan menjadi franchisee. Anda tidak perlu lagi memikirkan segala hal mengenai promosi, bahan baku, hingga Sumber Daya Manusia (SDM). Sebab, lazimnya semua sudah ditangani langsung oleh franchisor. Tinggal menyediakan tempat, bisnis bisa berjalan.

Meski terbilang mudah, realitanya masih banyak franchisee yang tidak sukses. Pendapatan sulit meningkat. Bahkan, akhirnya tergerus persaingan.

Terkait itu, Ketua Asosiasi Franchise Indonesia Anang Sukandar memiliki kiat khusus. Yang tetap harus dipahami, kata Anang, jangan sembarang memilih bisnis.

“Carilah bisnis yang benar-benar sudah survive. Saat ini, banyak franchisor instan, dalam arti franchisor yang memaksakan diri. Padahal, bisnisnya belum berkembang. Sehingga, saat franchisee bergabung, bisnis yang dijalankan tidak bertahan lama,” terang Anang kepada saat acara Ceremony Franchise & Startup Business Market Leader di XXI Lounge Theater Mall Kelapa Gading, Selasa (11/10/2016).

Menurut dia, ada 5 kriteria usaha yang harus dipenuhi saat ingin menjadi franchisee. Pertama, usaha harus sudah beroperasi minimal 5 tahun atau yang telah terbukti kesuksesannya.

Kedua, memiliki keunikan yang tidak dimiliki usaha lain. Ketiga, memiliki standarisasi dan sudah dijalankan. Keempat, menguntungkan dan mudah dijalani. Adapun kelima, memiliki pasar yang jelas. Franchisor harus sudah memiliki prosedur tetap.

“Franchisee harus menanyakan beberapa kepada franchisor, usaha ini berdiri sejak kapan? Mulai di franchise nya kapan? Apa keunikan dan khasnya? Ada tidak contoh yang sudah menggunakan franchise ini. Pokoknya, harus teliti dulu sebelum menjadi penerima waralaba, karena bisnis waralaba itu menguntungkan bukan membuntungkan," tutupnya seraya ketawa.