Features

Wajah Usang Menara Air Manggarai

Minggu, 05 Maret 2017 21:30:00
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : Purwanto

Menara Air Manggarai. (Ipang)
Menara Air Manggarai. (Ipang)

Share this








Bangunan tua ini dibangun oleh pemerintah Belanda , pada zaman kolonial sekitar tahun 1918.

MANGGARAI - Bangunan Menara Air menjulang tinggi 30 meter di tengah pemukiman padat penduduk di Jalan Menara Air, RT 07 RW 11, Kelurahan Manggarai, Tebet , Jakarta Selatan. Bangunan tua ini dibangun oleh pemerintah Belanda , pada zaman kolonial sekitar tahun 1918.

Menurut informasi yang didapat infonitas.com di lapangan, dahulu perusahaan jasa kereta api memanfaatkan menara air untuk keperluan menampung air dan mengalirkan air ke stasiun Manggarai. Manfaatnya adalah untuk membersihkan gerbong kereta di sana. Selain itu, air dari menara tersebut juga tersambung ke rumah warga sekitar bangunan melalui pipa-pipa, khusus air bersih.

Saat infonitas.com menyambangi gedung itu, pintu utama bangunan dalam kondisi tertutup. Tepat di sebelah bangunan terdapat sebuah mushala bernama Nurul Iman yang dipergunakan warga untuk beribadah. Sedangkan di belakang bangunan terdapat kali dengan pondasi tembok sekitar sepuluh meter lebih.

 

 

Cagar Budaya Jakarta

Suratim, (40) tahun, warga Manggarai yang tinggal tidak jauh dari lokasi, menyayangkan kondisi bangunan yang tidak terawat. Padahal,kata dia, bangunan tersebut dapat menjadi salah satu cagar budaya DKI Jakarta.

"Kami dan warga setempat tidak pernah memanfaatkan gedung tua tersebut lantaran takut roboh. Warga setempat hanya memanfaatkan mushala yang ada di sebelah gedung tua dan juga lapangan untuk bermain anak-anak," tutur Suratim kepada infonitas.com saat ditemui di Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Kondisi bangunan Menara Air Manggarai saat ini cukup memprihatinkan. Menurut Suratim, anak tangga di dalam bangunan berbahan besi terlihat sudah berkarat. Bahkan, bata merah sebagai tembok sesekali pernah runtuh.

"Bangunan tua tersebut sangat tinggi, jika runtuh pasti rumah di sekitar bangunan akan terkena imbasnya. Saya berharap Pemprov  DKI memperbaiki bangunan tua tersebut sama seperti di Kota Tua. Kan, bisa jadi tempat kunjungan (wisata) warga Jakarta," pesan Suratim.